Kerja marketing sering dianggap identik dengan menawarkan atau menjual produk kepada pelanggan. Padahal, pekerjaan marketing sebenarnya jauh lebih luas. Seorang marketer bisa terlibat dalam riset pasar, membuat campaign, mengelola media sosial, menyusun strategi promosi, menganalisis data, hingga mengevaluasi hasil pemasaran.

Bagi mahasiswa, fresh graduate, atau pemilik bisnis kecil, memahami pekerjaan marketing penting karena bidang ini memiliki banyak spesialisasi. Satu orang mungkin fokus pada media sosial, sementara orang lain lebih banyak mengurus data, brand, campaign, atau hubungan dengan pelanggan.
Bahkan, lowongan marketing di Indonesia saat ini menunjukkan variasi pekerjaan yang cukup luas, mulai dari marketing staff, marketing communication, marketing operation, hingga digital marketing.
Apa Itu Kerja Marketing?
Kerja marketing adalah aktivitas yang dilakukan untuk membantu perusahaan mengenalkan, memasarkan, dan membangun hubungan dengan target konsumennya.
Sederhananya, marketing mencoba menjawab beberapa pertanyaan penting: siapa calon pelanggan kita, apa yang mereka butuhkan, bagaimana cara menjangkau mereka, dan bagaimana mengukur hasilnya?
Karena itu, marketing tidak hanya berhubungan dengan promosi. Sebelum membuat iklan atau konten, marketer perlu memahami pasar dan konsumen terlebih dahulu.
Misalnya, sebuah UMKM menjual donat kentang. Marketing tidak cukup hanya membuat postingan “Donat enak, yuk beli!”. Mereka perlu mengetahui siapa target pembelinya, harga yang sesuai, media sosial yang digunakan calon pelanggan, jenis konten yang menarik, serta promo yang masuk akal.
7 Tugas Marketing yang Umum Dilakukan
1. Melakukan Riset Pasar
Salah satu pekerjaan marketing adalah mencari tahu kondisi pasar dan kebutuhan konsumen.
Riset dapat dilakukan dengan cara:
- Mengamati tren pasar.
- Menganalisis kompetitor.
- Memahami karakteristik konsumen.
- Mengumpulkan feedback pelanggan.
- Melihat perubahan perilaku pembelian.
Riset ini menjadi dasar sebelum perusahaan menentukan strategi pemasaran.
2. Membuat Strategi dan Campaign Marketing
Setelah memahami pasar, marketer dapat membantu menyusun campaign.
Contohnya adalah campaign untuk:
- Peluncuran produk baru.
- Promo akhir bulan.
- Diskon marketplace.
- Peningkatan brand awareness.
- Event perusahaan.
- Promosi melalui media sosial.
Campaign yang baik seharusnya memiliki tujuan yang jelas. Misalnya meningkatkan jumlah leads, traffic website, engagement, atau penjualan.
Dalam perencanaan campaign, tujuan yang dapat diukur membantu tim menentukan apakah aktivitas tersebut berhasil atau perlu diperbaiki.
3. Membuat dan Mengelola Konten
Marketing juga sering berhubungan dengan konten.
Bentuknya bisa berupa:
- Instagram post.
- TikTok video.
- Artikel blog.
- Email marketing.
- Banner promosi.
- Video pendek.
- Caption media sosial.
Namun, marketer tidak selalu harus mengerjakan seluruh konten sendiri. Pada perusahaan yang memiliki tim khusus, marketer dapat memberikan brief kepada content writer, designer, atau video editor.
Contohnya, seorang marketing staff dapat menentukan tujuan campaign dan target audiens, kemudian bekerja sama dengan designer untuk menghasilkan materi visual.
4. Menjalankan Aktivitas Promosi
Pekerjaan marketing juga mencakup pelaksanaan promosi melalui berbagai channel.
Untuk bisnis kecil, channel yang digunakan mungkin Instagram, TikTok, WhatsApp, marketplace, dan promosi dari mulut ke mulut.
Sementara perusahaan yang lebih besar bisa menggunakan kombinasi media sosial, website, email marketing, advertising, event, influencer, hingga aktivitas offline.
Jadi, marketing tidak memiliki satu cara kerja yang berlaku untuk semua bisnis. Channel yang digunakan harus menyesuaikan target konsumen dan tujuan bisnis.
5. Berkoordinasi dengan Tim
Marketing hampir selalu melibatkan banyak pihak.
Seorang marketer dapat berkomunikasi dengan:
- Sales.
- Designer.
- Content writer.
- Finance.
- Product team.
- Customer service.
- Vendor.
- Agency.
- Management.
Kemampuan komunikasi menjadi penting karena sebuah campaign biasanya tidak dikerjakan oleh satu orang saja.
Dalam berbagai deskripsi pekerjaan marketing, koordinasi lintas tim dan komunikasi dengan stakeholder juga menjadi bagian dari tanggung jawab pekerjaan.
6. Menganalisis Data Marketing
Marketing modern semakin membutuhkan kemampuan membaca data.
Misalnya, setelah menjalankan iklan, marketer dapat melihat:
- Berapa orang yang melihat iklan?
- Berapa yang mengklik?
- Berapa leads yang diperoleh?
- Berapa yang melakukan pembelian?
- Berapa biaya yang dikeluarkan?
- Apakah hasilnya sesuai target?
Data tersebut kemudian digunakan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Artinya, marketer tidak seharusnya hanya mengandalkan perasaan seperti “kayaknya campaign ini bagus”. Keputusan pemasaran perlu didukung data yang relevan.
Kemampuan analytical thinking, data analysis, research, dan komunikasi termasuk skill yang banyak digunakan dalam pekerjaan marketing.
7. Membuat Laporan dan Evaluasi
Setelah campaign selesai, pekerjaan marketing belum tentu berakhir.
Hasil aktivitas perlu dievaluasi dan dilaporkan. Dari sini, tim dapat mengetahui bagian mana yang berjalan sesuai rencana dan mana yang perlu diperbaiki.
Misalnya, sebuah UMKM membuat promo melalui Instagram. Jika engagement tinggi tetapi penjualan tidak banyak berubah, marketer perlu mencari kemungkinan penyebabnya.
Bisa jadi masalahnya bukan pada jumlah orang yang melihat konten, tetapi pada harga, penawaran, halaman pembelian, atau proses checkout.
Jenis-Jenis Pekerjaan Marketing
Menariknya, kerja marketing bukan hanya satu jenis pekerjaan.
Beberapa posisi yang dapat ditemukan antara lain:
Marketing Staff
Biasanya membantu menjalankan aktivitas pemasaran, koordinasi, promosi, hingga laporan.
Marketing Communication
Lebih banyak berhubungan dengan komunikasi brand, campaign, public relations, dan materi komunikasi.
Digital Marketing
Berfokus pada channel digital seperti search engine, social media, website, email, dan digital advertising.
Social Media Specialist
Fokus pada pengelolaan media sosial, mulai dari content planning hingga evaluasi performa.
Content Marketing
Berfokus pada pembuatan konten yang memberikan informasi dan membangun hubungan dengan target audience.
Marketing Analyst
Lebih banyak berhubungan dengan data, riset pasar, pengukuran performa, dan pencarian insight.
Variasi tersebut juga terlihat pada lowongan kerja marketing di Indonesia yang mencakup posisi marketing communication, marketing operation, digital marketing, hingga peran yang berkaitan dengan analisis.
Skill yang Dibutuhkan untuk Kerja Marketing
Kalau kamu tertarik bekerja di marketing, jangan hanya belajar cara membuat konten.
Ada beberapa skill yang sebaiknya dikembangkan.
1. Communication skill
Penting untuk menyampaikan ide, melakukan presentasi, dan berkoordinasi dengan tim.
2. Analytical skill
Membantu membaca data dan mengambil keputusan berdasarkan informasi.
3. Creativity
Diperlukan untuk menghasilkan ide campaign dan konten yang relevan.
4. Copywriting
Berguna untuk membuat headline, caption, iklan, email, dan berbagai materi promosi.
5. Digital marketing
Memahami media sosial, SEO, advertising, email, dan website dapat menjadi nilai tambah.
6. Data dan spreadsheet
Kemampuan menggunakan Excel atau Google Sheets dapat membantu dalam pengolahan dan pelaporan data.
Tren pekerjaan marketing juga semakin menunjukkan pentingnya data, analitik, komunikasi, serta kemampuan menggunakan teknologi dan AI secara tepat.
Apakah Kerja Marketing Cocok untuk Fresh Graduate?
Jawabannya bisa, tergantung posisi dan persyaratan perusahaan.
Saat ini terdapat lowongan marketing yang membuka kesempatan internship maupun posisi untuk kandidat dengan pengalaman terbatas. Namun, sebagian lowongan lainnya tetap meminta pengalaman kerja tertentu. Karena itu, jangan menganggap semua posisi marketing memiliki persyaratan yang sama.
Fresh graduate dapat mulai membangun pengalaman melalui:
- Internship.
- Organisasi kampus.
- Freelance.
- Proyek kuliah.
- Mengelola media sosial organisasi.
- Membuat portfolio campaign sederhana.
Misalnya, kamu pernah membantu akun Instagram organisasi kampus. Jangan hanya menuliskannya sebagai “mengelola Instagram”. Jelaskan apa yang dilakukan, seperti membuat content plan, menulis caption, mengatur jadwal posting, atau mengevaluasi engagement.
Itu membuat pengalamanmu lebih mudah dipahami oleh recruiter.
Contoh Kerja Marketing Sehari-hari
Bayangkan kamu bekerja sebagai marketing staff di sebuah brand makanan.
Pagi hari, kamu mengecek performa konten dan promo hari sebelumnya. Setelah itu, ada meeting dengan tim untuk membahas campaign minggu depan.
Siang hari, kamu melakukan riset kompetitor dan memberikan brief kepada designer untuk membuat materi promosi.
Sore harinya, kamu mengecek data leads dan membuat laporan sederhana.
Besoknya aktivitas bisa berbeda. Kamu mungkin harus menghadiri event, berdiskusi dengan vendor, membuat content plan, atau membantu tim sales.
Inilah yang membuat kerja marketing cukup dinamis.
Cara Memulai Karier di Bidang Marketing
Jika ingin masuk ke bidang ini, kamu tidak harus langsung menguasai semuanya.
Mulailah secara bertahap:
- Pelajari dasar-dasar marketing.
- Pahami target audience dan customer journey.
- Belajar digital marketing.
- Latih kemampuan copywriting.
- Kuasai Excel atau Google Sheets.
- Pelajari dasar analisis data.
- Ikuti internship atau proyek kampus.
- Buat portfolio sederhana.
- Sesuaikan CV dengan posisi yang dilamar.
- Ikuti perkembangan teknologi marketing dan AI.
Yang paling penting, jangan hanya mengumpulkan sertifikat. Cobalah membuat sesuatu yang bisa ditunjukkan.
Misalnya, buat simulasi campaign untuk UMKM lokal, lengkap dengan target audience, content plan, contoh caption, budget sederhana, dan indikator keberhasilannya.
Kesimpulan Kerja marketing
Kerja marketing bukan sekadar menjual produk. Pekerjaan ini mencakup riset pasar, perencanaan campaign, pembuatan konten, promosi, komunikasi, analisis data, hingga evaluasi.
Website resmi: Kerja marketing
Bidang marketing juga memiliki banyak jalur karier. Kamu bisa berkembang menjadi marketing staff, digital marketer, social media specialist, content marketer, marketing analyst, atau mengambil spesialisasi lainnya.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.