Marketing communication adalah proses yang digunakan bisnis untuk menyampaikan pesan mengenai produk, layanan, atau brand kepada target audiens. Komunikasi tersebut dapat dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari iklan, media sosial, public relations, content marketing, hingga komunikasi langsung dengan pelanggan.

Di tengah persaingan bisnis yang semakin ramai, produk yang bagus saja belum tentu cukup. Konsumen perlu mengetahui keberadaan produk, memahami manfaatnya, dan memiliki alasan untuk mempercayai sebuah brand. Karena itu, cara bisnis berkomunikasi dengan audiens menjadi bagian penting dalam pemasaran.
Bagi UMKM dan bisnis online, marketing communication juga tidak harus selalu menggunakan strategi yang rumit. Yang lebih penting adalah memahami siapa audiensnya, apa pesan yang ingin disampaikan, dan channel mana yang paling relevan.
Apa Itu Marketing Communication?
Secara sederhana, marketing communication merupakan aktivitas komunikasi yang dilakukan perusahaan untuk menyampaikan informasi dan membangun hubungan dengan target pasar.
Marketing communication tidak hanya berarti membuat iklan. Di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang membantu brand menyampaikan pesan kepada konsumen secara terencana dan konsisten.
Beberapa bentuknya antara lain:
- Advertising atau periklanan.
- Public relations.
- Sales promotion.
- Social media marketing.
- Content marketing.
- Direct marketing.
- Personal selling.
Konsep ini berkaitan erat dengan Integrated Marketing Communication (IMC), yaitu upaya mengoordinasikan berbagai saluran komunikasi agar pesan yang diterima konsumen tetap konsisten.
Misalnya, sebuah brand memperkenalkan produk baru melalui Instagram, website, email, dan iklan digital. Meskipun format kontennya berbeda, pesan utama mengenai produk sebaiknya tetap memiliki arah yang sama.
Apa Tujuan Marketing Communication?
Marketing communication memiliki beberapa tujuan yang berkaitan dengan perjalanan konsumen, mulai dari mengenal brand hingga melakukan tindakan.
Beberapa tujuan utamanya adalah:
- Meningkatkan brand awareness.
- Menyampaikan informasi produk.
- Membangun citra dan identitas brand.
- Meningkatkan engagement dengan audiens.
- Membangun kepercayaan konsumen.
- Mendorong pembelian.
- Mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
Namun, tidak semua komunikasi marketing harus berujung pada penjualan langsung.
Konten edukasi, misalnya, mungkin tidak menghasilkan transaksi pada hari yang sama. Tetapi konten tersebut dapat membantu konsumen memahami masalah dan mengenal brand sebelum akhirnya melakukan pembelian.
7 Strategi Marketing Communication yang Efektif
1. Advertising
Advertising atau periklanan merupakan komunikasi berbayar yang digunakan untuk menjangkau audiens tertentu.
Saat ini bisnis dapat menggunakan berbagai platform, seperti Google Ads, Meta Ads, TikTok Ads, hingga media konvensional.
Untuk bisnis kecil, penggunaan iklan sebaiknya dimulai dengan tujuan yang jelas. Jangan sekadar memasang iklan karena kompetitor juga melakukannya.
2. Public Relations
Public relations atau PR berfokus pada bagaimana perusahaan membangun hubungan dan reputasi dengan publik.
Kegiatannya dapat berupa:
- Press release.
- Media relations.
- Event.
- Corporate communication.
- Aktivitas sosial perusahaan.
PR tidak hanya diperlukan perusahaan besar. UMKM juga dapat membangun reputasi melalui kegiatan komunitas atau kolaborasi lokal.
3. Sales Promotion
Sales promotion menggunakan insentif tertentu untuk mendorong konsumen melakukan pembelian.
Contohnya:
- Diskon.
- Voucher.
- Cashback.
- Gratis ongkir.
- Buy 1 Get 1.
- Promo periode tertentu.
Namun, promosi sebaiknya tidak digunakan terus-menerus. Jika konsumen selalu menunggu diskon, nilai produk bisa menjadi terlalu bergantung pada harga murah.
4. Social Media Marketing
Media sosial telah menjadi salah satu channel penting untuk berkomunikasi dengan konsumen.
Brand dapat menggunakan Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, atau platform lainnya untuk membagikan:
- Informasi produk.
- Konten edukasi.
- Behind the scenes.
- Testimoni.
- Konten hiburan.
- Promo.
Yang perlu diperhatikan, media sosial bukan hanya tempat untuk terus menjual produk. Audiens juga membutuhkan konten yang memberikan informasi atau hiburan.
5. Content Marketing
Content marketing menggunakan konten untuk menarik dan memberikan nilai kepada audiens.
Contohnya:
- Artikel blog.
- Video.
- Infografis.
- E-book.
- Newsletter.
- Podcast.
Misalnya, bisnis skincare dapat membuat artikel tentang cara memilih produk berdasarkan jenis kulit. Dengan begitu, brand tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga memberikan informasi yang membantu calon konsumen.
6. Direct Marketing
Direct marketing memungkinkan brand berkomunikasi langsung dengan calon pelanggan atau pelanggan yang sudah ada.
Contohnya:
- Email marketing.
- WhatsApp Business.
- SMS.
- Direct message.
Strategi ini dapat menjadi efektif ketika pesan dibuat relevan. Jangan sampai komunikasi langsung justru berubah menjadi spam karena terlalu sering mengirim promosi.
7. Personal Selling
Personal selling merupakan komunikasi langsung antara tenaga penjualan dengan calon konsumen.
Strategi ini umum ditemukan dalam bisnis B2B, properti, otomotif, jasa keuangan, dan berbagai industri lainnya.
Kelebihannya adalah tenaga penjualan dapat menyesuaikan penjelasan berdasarkan kebutuhan calon pelanggan.
Apa Saja Fungsi Marketing Communication?
Selain menyampaikan informasi, marketing communication memiliki beberapa fungsi penting bagi bisnis.
Membangun Brand Awareness
Komunikasi yang konsisten membantu audiens mengenali keberadaan sebuah brand.
Menjelaskan Value Produk
Konsumen perlu memahami bukan hanya apa yang dijual, tetapi juga manfaat dan nilai yang ditawarkan.
Membentuk Brand Image
Bahasa, visual, konten, dan cara brand berinteraksi dengan konsumen dapat memengaruhi persepsi terhadap perusahaan.
Mendorong Tindakan
Komunikasi marketing dapat memiliki CTA seperti “Beli Sekarang”, “Daftar”, “Pelajari Selengkapnya”, atau “Hubungi Kami”.
CTA sebaiknya disesuaikan dengan tahap konsumen. Audiens yang baru mengenal brand mungkin lebih cocok diarahkan untuk membaca informasi dibandingkan langsung membeli.
Marketing Communication vs Marketing, Apa Bedanya?
Marketing dan marketing communication memang berhubungan erat, tetapi keduanya bukan hal yang sama.
Marketing memiliki cakupan lebih luas, termasuk memahami kebutuhan pasar, menentukan produk, harga, distribusi, dan promosi.
Sementara itu, marketing communication lebih berfokus pada bagaimana bisnis menyampaikan pesan dan membangun hubungan dengan target audiens.
Sederhananya:
Marketing menentukan apa yang ditawarkan dan bagaimana strategi bisnis dijalankan, sedangkan marketing communication membantu menyampaikan value tersebut kepada pasar.
Karena itu, marketing communication dapat dipandang sebagai salah satu bagian dari aktivitas marketing.
Contoh Marketing Communication pada UMKM
Bayangkan sebuah UMKM kuliner di Serang baru meluncurkan produk donat kentang.
Pemilik bisnis dapat menggunakan beberapa strategi sekaligus.
Pertama, membuat video pendek yang menunjukkan tekstur produk untuk media sosial. Kedua, menawarkan promo launching selama periode tertentu. Ketiga, bekerja sama dengan food creator lokal untuk mencoba produk.
Setelah itu, pelanggan diarahkan ke WhatsApp Business atau marketplace untuk melakukan pemesanan.
Meskipun menggunakan beberapa channel, pesan utamanya tetap sama: memperkenalkan produk, menunjukkan keunggulannya, dan memberikan alasan bagi audiens untuk mencoba.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa marketing communication tidak selalu membutuhkan campaign besar. Konsistensi pesan dan pemilihan channel yang tepat justru lebih penting.
Mengapa Konsistensi Pesan Penting?
Bayangkan konsumen melihat sebuah brand di Instagram dengan kesan profesional, tetapi ketika mengunjungi website, informasi produknya berbeda dan komunikasinya tidak jelas.
Pengalaman seperti itu dapat membuat konsumen bingung.
Karena itu, brand sebaiknya memiliki beberapa elemen dasar:
- Key message.
- Value proposition.
- Tone of voice.
- Identitas visual.
- CTA.
- Informasi produk yang konsisten.
Pesan tidak harus dibuat persis sama di semua platform. Formatnya boleh berbeda, tetapi inti komunikasinya harus tetap sejalan.
Tips Membuat Strategi Marketing Communication
Untuk memulai, gunakan langkah sederhana berikut:
- Kenali target audiens.
- Tentukan tujuan komunikasi.
- Tentukan pesan utama.
- Pilih channel yang relevan.
- Buat konten yang sesuai dengan audiens.
- Pastikan pesan tetap konsisten.
- Ukur dan evaluasi hasilnya.
Tidak semua bisnis harus hadir di setiap platform. UMKM sebaiknya fokus terlebih dahulu pada channel yang memang digunakan oleh target konsumennya.
Misalnya, jika target utama adalah anak muda yang aktif menonton video pendek, TikTok atau Instagram mungkin lebih relevan untuk diuji dibandingkan mengelola banyak platform sekaligus.
Kesalahan dalam Marketing Communication yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang cukup umum antara lain:
- Tidak memahami target audiens.
- Pesan terlalu umum.
- Terlalu fokus pada promosi.
- Tidak memiliki identitas komunikasi.
- Menggunakan terlalu banyak jargon.
- Tidak memiliki CTA yang jelas.
- Tidak mengukur performa campaign.
- Membuat klaim produk yang tidak dapat dibuktikan.
Marketing communication yang baik bukan tentang berbicara sebanyak mungkin kepada konsumen. Yang lebih penting adalah menyampaikan pesan yang tepat kepada orang yang tepat melalui channel yang tepat.
Kesimpulan Marketing Communication
Marketing communication adalah bagian penting dari strategi pemasaran yang membantu bisnis menyampaikan pesan, membangun brand, dan menjalin hubungan dengan target audiens.
Website resmi: Marketing Communication adalah
Strateginya dapat dilakukan melalui advertising, public relations, sales promotion, social media marketing, content marketing, direct marketing, maupun personal selling.
Untuk UMKM, tidak perlu langsung menggunakan semua channel. Mulailah dengan memahami target audiens, menentukan tujuan komunikasi, membuat pesan yang jelas, lalu memilih platform yang paling relevan.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.