Pernah bertanya-tanya mengapa ada produk baru yang langsung laris, sementara produk lain yang sebenarnya bagus justru sulit mendapatkan pelanggan? Salah satu jawabannya bisa ditemukan dari proses market research. Sederhananya, market research adalah proses untuk memahami pasar, konsumen, kompetitor, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi keputusan bisnis.

Bagi pelaku UMKM, market research tidak harus selalu dilakukan dengan survei besar atau menggunakan jasa konsultan mahal. Mengamati kompetitor, membaca ulasan pelanggan, melakukan survei sederhana, atau berbicara langsung dengan calon konsumen juga dapat menjadi bagian dari riset pasar.
Masalahnya, masih banyak bisnis yang mengambil keputusan berdasarkan asumsi. Merasa produknya dibutuhkan, menentukan harga berdasarkan perkiraan, atau meniru kompetitor tanpa mengetahui alasan pelanggan memilih produk tersebut. Padahal, keputusan yang lebih baik biasanya dimulai dari pertanyaan yang tepat dan informasi yang relevan.
Apa Itu Market Research?
Market research adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan memahami informasi mengenai pasar, target konsumen, kompetitor, serta kebutuhan atau perilaku pelanggan.
American Marketing Association menjelaskan bahwa market research berkaitan dengan pengumpulan data dan insight konsumen, termasuk preferensi dan kebutuhan mereka. Sementara itu, marketing research secara lebih luas digunakan untuk menghubungkan konsumen, pelanggan, dan publik dengan pemasar melalui informasi yang membantu mengidentifikasi masalah maupun peluang.
Dalam praktiknya, market research membantu bisnis menjawab pertanyaan seperti:
- Siapa calon pelanggan?
- Apa kebutuhan mereka?
- Berapa harga yang bersedia mereka bayar?
- Siapa kompetitor utama?
- Apa kelebihan dan kekurangan kompetitor?
- Bagaimana tren pasar saat ini?
- Apakah produk yang akan dibuat benar-benar memiliki permintaan?
Jadi, market research bukan sekadar mencari data. Yang lebih penting adalah mengubah data tersebut menjadi insight yang bisa digunakan untuk mengambil keputusan.
Mengapa Market Research Penting untuk Bisnis?
Bayangkan sebuah UMKM ingin menjual minuman kekinian di sekitar kampus. Pemiliknya mungkin berpikir bahwa mahasiswa pasti menyukai minuman dengan harga murah.
Namun, setelah melakukan riset sederhana, bisa saja ditemukan fakta berbeda. Mahasiswa mungkin lebih mempertimbangkan lokasi yang dekat, pilihan pembayaran digital, ukuran minuman, rasa, atau promo yang tersedia.
Artinya, asumsi awal belum tentu menggambarkan kebutuhan pasar.
U.S. Small Business Administration (SBA) menyebut market research dapat membantu bisnis memahami pelanggan, permintaan, ukuran pasar, lokasi, tingkat persaingan, dan harga yang dibayar konsumen untuk alternatif yang tersedia. Riset tersebut juga dapat membantu mengurangi risiko ketika bisnis mengambil keputusan.
Dengan kata lain, riset pasar bukan alat untuk menghilangkan risiko sepenuhnya, tetapi membantu bisnis mengambil keputusan dengan informasi yang lebih baik.
7 Tujuan Market Research
1. Memahami Target Konsumen
Tujuan pertama adalah mengetahui siapa yang sebenarnya menjadi target pasar.
Informasi yang dapat dicari antara lain:
- Usia.
- Lokasi.
- Pekerjaan.
- Minat.
- Kebutuhan.
- Kebiasaan membeli.
- Masalah yang mereka hadapi.
Semakin jelas target konsumen, semakin mudah bisnis menentukan produk dan strategi pemasaran.
2. Mengetahui Kebutuhan Konsumen
Market research juga membantu menemukan masalah yang ingin diselesaikan konsumen.
Misalnya, pelanggan sebuah kedai bukan hanya membutuhkan kopi. Mereka mungkin membutuhkan tempat yang nyaman untuk bekerja, Wi-Fi, colokan listrik, atau layanan pesan antar.
Insight seperti ini dapat menjadi dasar untuk mengembangkan produk maupun layanan.
3. Menganalisis Kompetitor
Riset pasar tidak lengkap jika hanya melihat pelanggan.
Bisnis juga perlu memahami kompetitor, mulai dari:
- Produk.
- Harga.
- Promosi.
- Lokasi.
- Kualitas layanan.
- Review pelanggan.
- Positioning.
SBA juga merekomendasikan competitive analysis untuk memahami kekuatan dan kelemahan pesaing serta menemukan peluang yang dapat menjadi keunggulan bisnis.
4. Mengetahui Tren Pasar
Selera konsumen dapat berubah.
Produk yang populer tahun lalu belum tentu memiliki permintaan yang sama saat ini. Karena itu, market research dapat membantu bisnis mengikuti perubahan tren dan perilaku konsumen.
Namun, mengikuti tren bukan berarti harus ikut-ikutan. Pertanyaannya adalah apakah tren tersebut benar-benar relevan dengan target pasar.
5. Menguji Ide Produk
Sebelum mengeluarkan modal besar, bisnis dapat menguji ide terlebih dahulu.
Misalnya, sebuah UMKM makanan ingin meluncurkan tiga varian rasa baru. Daripada langsung memproduksi dalam jumlah besar, pemilik dapat melakukan sampling atau survei kepada calon pelanggan.
Hasilnya dapat digunakan untuk menentukan varian mana yang paling potensial.
6. Membantu Menentukan Strategi Marketing
Hasil riset dapat memengaruhi berbagai keputusan pemasaran, seperti:
- Menentukan harga.
- Memilih platform promosi.
- Menentukan pesan iklan.
- Menentukan target audience.
- Memilih channel distribusi.
- Menentukan positioning.
Dengan begitu, strategi marketing tidak hanya berdasarkan perkiraan.
7. Mengurangi Risiko Keputusan Bisnis
Setiap keputusan bisnis memiliki risiko.
Market research tidak dapat menjamin sebuah produk akan sukses. Namun, riset dapat membantu bisnis memahami kondisi pasar sebelum mengeluarkan sumber daya yang lebih besar.
Itulah mengapa riset sebaiknya dilakukan sebelum, bukan setelah, keputusan penting dibuat.
Jenis-Jenis Market Research
Secara umum, market research dapat dibagi menjadi dua jenis utama.
Primary Market Research
Primary research adalah data yang dikumpulkan secara langsung untuk menjawab kebutuhan riset tertentu.
Contohnya:
- Survei.
- Wawancara.
- Focus group.
- Observasi.
- Product testing.
Qualtrics menjelaskan bahwa primary research dikumpulkan secara langsung dan dirancang untuk menjawab pertanyaan spesifik dari bisnis.
Secondary Market Research
Secondary research menggunakan data yang sudah tersedia sebelumnya.
Contohnya:
- Data pemerintah.
- Jurnal penelitian.
- Laporan industri.
- Statistik.
- Artikel terpercaya.
- Data internal perusahaan.
- Review pelanggan.
Kelebihannya adalah lebih cepat dan relatif hemat biaya. Kekurangannya, data tersebut belum tentu secara spesifik menjawab kebutuhan bisnis yang sedang diteliti.
Karena itu, keduanya sebenarnya dapat digunakan bersama.
Metode Market Research yang Bisa Digunakan
Tidak ada satu metode yang cocok untuk semua kondisi.
Survei
Cocok jika bisnis ingin mendapatkan jawaban dari banyak responden.
Contohnya:
βBerapa harga yang menurut Anda sesuai untuk produk ini?β
Wawancara
Wawancara cocok untuk menggali alasan di balik jawaban konsumen secara lebih mendalam.
Focus Group
Beberapa konsumen dikumpulkan untuk mendiskusikan produk, konsep, atau pengalaman mereka.
Observasi
Bisnis mengamati perilaku konsumen secara langsung.
Contohnya, pemilik toko melihat produk apa yang paling sering dibandingkan pelanggan sebelum melakukan pembelian.
Competitor Analysis
Bisnis membandingkan produk, harga, promosi, layanan, hingga positioning kompetitor.
Cara Melakukan Market Research
Jika baru pertama kali melakukan riset, gunakan langkah sederhana berikut.
1. Tentukan Tujuan
Tentukan terlebih dahulu pertanyaan yang ingin dijawab.
2. Tentukan Target Responden
Pastikan orang yang menjadi responden memang relevan dengan target pasar.
3. Pilih Metode
Tentukan apakah membutuhkan survei, wawancara, observasi, atau data sekunder.
4. Kumpulkan Data
Gunakan pertanyaan yang jelas dan hindari pertanyaan yang terlalu menggiring jawaban.
5. Analisis Data
Cari pola dari jawaban yang terkumpul.
6. Tarik Insight
Jangan berhenti pada angka. Cari tahu apa arti data tersebut bagi bisnis.
7. Gunakan untuk Keputusan
Inilah tahap yang sering dilupakan. Hasil riset harus diterjemahkan menjadi tindakan.
Contoh Market Research untuk UMKM
Misalnya sebuah UMKM ingin membuka kedai minuman di sekitar kampus.
Sebelum membuka kedai, pemilik melakukan survei kepada calon pelanggan dan mengamati beberapa kompetitor di sekitar lokasi.
Beberapa hal yang diteliti:
- Harga minuman kompetitor.
- Rasa yang paling diminati.
- Jam ramai pembelian.
- Metode pembayaran.
- Promo yang ditawarkan.
- Alasan pelanggan memilih kedai tertentu.
Dari hasil tersebut, pemilik mungkin menemukan bahwa konsumen tidak hanya mencari harga murah. Mereka juga menginginkan lokasi yang nyaman, pelayanan cepat, pembayaran cashless, dan pilihan menu yang cukup beragam.
Insight tersebut kemudian dapat digunakan untuk menentukan harga, menu, jam operasional, hingga strategi promosi.
Contoh tersebut merupakan ilustrasi sederhana, tetapi menggambarkan bagaimana data konsumen dapat diterjemahkan menjadi keputusan bisnis.
Market Research vs Marketing Research, Apa Bedanya?
Kedua istilah ini sering digunakan secara bergantian, tetapi memiliki cakupan yang dapat berbeda.
Market research biasanya lebih berfokus pada kondisi pasar, konsumen, kebutuhan, kompetitor, dan peluang pasar.
Sementara marketing research memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat mencakup berbagai aktivitas pemasaran, termasuk evaluasi produk, harga, promosi, distribusi, dan performa pemasaran.
Dalam praktiknya, batas antara kedua istilah tersebut tidak selalu tegas. Karena itu, konteks penggunaannya perlu diperhatikan.
Kesalahan yang Harus Dihindari Saat Melakukan Market Research
Ada beberapa kesalahan yang dapat membuat hasil riset kurang berguna:
- Menggunakan responden yang tidak sesuai target.
- Membuat pertanyaan yang menggiring jawaban.
- Hanya menggunakan satu sumber data.
- Mengabaikan jawaban yang bertentangan dengan asumsi.
- Menganggap data sedikit sebagai gambaran seluruh pasar.
- Mengumpulkan data tetapi tidak menganalisisnya.
- Tidak menggunakan hasil riset dalam pengambilan keputusan.
Satu hal yang perlu diingat: hasil riset yang tidak sesuai harapan bukan berarti risetnya gagal. Justru hasil tersebut dapat menjadi tanda bahwa asumsi awal bisnis perlu diperiksa kembali.
Kesimpulan Market Research
Market research adalah proses mengumpulkan dan menganalisis informasi mengenai pasar, konsumen, kompetitor, serta kebutuhan pelanggan untuk membantu bisnis mengambil keputusan.
Website resmi: Market Research
Riset pasar dapat dilakukan melalui survei, wawancara, observasi, focus group, maupun pemanfaatan data sekunder. Untuk UMKM, prosesnya juga tidak harus rumit atau mahal.
Yang paling penting bukan seberapa banyak data yang dikumpulkan, melainkan apakah data tersebut membantu menjawab pertanyaan bisnis yang penting.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.