Marketer artinya seseorang yang menjalankan aktivitas pemasaran untuk membantu bisnis memahami kebutuhan pelanggan, memperkenalkan produk atau layanan, membangun hubungan dengan target pasar, serta mencapai tujuan pemasaran. Jadi, marketer bukan sekadar orang yang menawarkan atau menjual produk kepada konsumen.

Dalam praktiknya, pekerjaan marketer cukup luas. Seorang marketer bisa melakukan riset pasar, menyusun strategi, membuat campaign, mengelola media sosial, mengembangkan konten, menjalankan iklan, sampai menganalisis hasil pemasaran.
Hal ini penting dipahami karena masih banyak orang menganggap marketer dan sales adalah pekerjaan yang sama. Padahal, keduanya memang saling berhubungan, tetapi memiliki fokus dan aktivitas yang berbeda.
Marketer Artinya Apa?
Secara sederhana, marketer adalah orang yang bekerja di bidang pemasaran. Tugasnya berkaitan dengan bagaimana sebuah produk, layanan, atau brand dapat dikenal dan memiliki nilai bagi target konsumennya.
American Marketing Association (AMA) mendefinisikan marketing sebagai aktivitas dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, serta mempertukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, partner, dan masyarakat.
Dari definisi tersebut, pekerjaan marketer sebenarnya tidak berhenti pada promosi. Marketer perlu memahami siapa pelanggan yang dituju, apa kebutuhan mereka, bagaimana produk diposisikan, channel apa yang digunakan, dan bagaimana hasil aktivitas pemasaran dapat dievaluasi.
Misalnya, sebuah UMKM donat di Serang ingin meningkatkan jumlah pesanan. Marketer tidak langsung membuat iklan. Ia bisa mulai dengan melihat siapa target konsumennya, mencari tahu produk pesaing, menentukan keunggulan produk, memilih media promosi, kemudian mengukur hasil campaign.
7 Tugas Penting Seorang Marketer
Setiap perusahaan dapat memiliki pembagian tugas yang berbeda. Namun, secara umum terdapat beberapa aktivitas yang sering dilakukan marketer.
1. Melakukan Riset Pasar
Sebelum membuat strategi, marketer perlu memahami kondisi pasar. Riset dapat mencakup:
- Kebutuhan konsumen.
- Perilaku pelanggan.
- Tren pasar.
- Kompetitor.
- Harga produk.
- Target audience.
Informasi dari riset membantu marketer membuat keputusan yang lebih berdasarkan data, bukan sekadar asumsi.
2. Menentukan Target Audience
Produk yang ditujukan kepada mahasiswa tentu membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan produk yang ditujukan kepada eksekutif perusahaan.
Marketer perlu menentukan karakter target audience berdasarkan faktor seperti kebutuhan, perilaku, daya beli, lokasi, dan channel yang sering digunakan.
3. Menyusun Strategi Marketing
Marketer kemudian menerjemahkan hasil riset menjadi strategi.
Salah satu konsep dasar yang masih banyak digunakan adalah marketing mix 4P, yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. AMA menjelaskan bahwa keempat elemen tersebut menjadi faktor penting dalam menyusun strategi pemasaran.
Contohnya, ketika sebuah bisnis meluncurkan produk baru, marketer perlu memikirkan produk seperti apa yang ditawarkan, berapa harganya, di mana produk dijual, dan bagaimana cara memperkenalkannya.
4. Menjalankan Marketing Campaign
Marketer juga dapat bertanggung jawab dalam menjalankan campaign.
Contohnya:
- Campaign media sosial.
- Promo produk.
- Email marketing.
- Influencer marketing.
- Event.
- Digital advertising.
Campaign biasanya memiliki tujuan tertentu sehingga aktivitasnya perlu direncanakan dan dievaluasi. AMA menjelaskan bahwa campaign merupakan rangkaian aktivitas terkoordinasi yang menggunakan tema atau gagasan tertentu untuk mempromosikan produk, layanan, atau bisnis.
5. Mengelola Konten dan Komunikasi
Tidak semua marketer membuat konten sendiri, tetapi marketer perlu memahami bagaimana pesan brand disampaikan kepada target audience.
Konten dapat berupa:
- Artikel blog.
- Video pendek.
- Infografis.
- Caption media sosial.
- Email.
- Landing page.
- Materi promosi.
Marketer harus memastikan pesan yang dibuat tetap sesuai dengan positioning dan kebutuhan audiens.
6. Menganalisis Data Marketing
Setelah strategi dijalankan, marketer perlu melihat hasilnya.
Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain:
- Reach.
- Engagement.
- Website traffic.
- Click-through rate.
- Leads.
- Conversion rate.
- Customer acquisition cost.
- Revenue.
Data tersebut membantu marketer mengetahui apakah strategi yang dijalankan perlu dipertahankan, diperbaiki, atau diubah.
7. Melakukan Evaluasi dan Optimasi
Pekerjaan marketer tidak selesai ketika campaign sudah dipublikasikan.
Misalnya, sebuah iklan mendapatkan banyak klik tetapi hanya menghasilkan sedikit transaksi. Marketer dapat mengevaluasi berbagai kemungkinan, seperti kualitas landing page, penawaran, target audience, atau kesesuaian pesan iklan.
Di sinilah kemampuan analisis menjadi penting. Marketing bukan hanya tentang membuat sesuatu terlihat menarik, tetapi juga memahami apakah aktivitas tersebut memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan.
Jenis-Jenis Marketer yang Perlu Diketahui
Marketer memiliki berbagai spesialisasi. Beberapa di antaranya adalah:
Digital Marketer
Berfokus pada pemasaran melalui channel digital seperti website, search engine, media sosial, email, dan iklan digital.
Social Media Marketer
Fokus pada strategi dan aktivitas pemasaran melalui platform media sosial.
Content Marketer
Berfokus pada perencanaan, pembuatan, dan distribusi konten yang relevan dengan target audience.
SEO Specialist
Berfokus pada optimasi website agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
Product Marketer
Fokus pada bagaimana produk diposisikan, diperkenalkan, dan dikomunikasikan kepada pasar.
Brand Marketer
Berfokus pada identitas, positioning, komunikasi, dan persepsi sebuah brand.
Dalam kompetensi marketing modern, AMA juga membagi kemampuan marketer ke dalam beberapa area seperti strategy and planning, content and branding, data and analytics, channels and technology, serta essential capabilities.
Skill yang Dibutuhkan Seorang Marketer
Menjadi marketer membutuhkan kombinasi antara hard skill dan soft skill.
Hard Skill
Beberapa kemampuan teknis yang berguna antara lain:
- Market research.
- Digital marketing.
- SEO.
- Copywriting.
- Content marketing.
- Social media marketing.
- Advertising.
- Marketing analytics.
- Customer relationship management.
Soft Skill
Sementara itu, kemampuan nonteknis yang dibutuhkan antara lain:
- Komunikasi.
- Kreativitas.
- Problem solving.
- Critical thinking.
- Adaptasi.
- Kolaborasi.
- Time management.
AMA memasukkan komunikasi, critical thinking, collaboration, adaptability, creativity, innovation, dan emotional intelligence sebagai bagian dari kemampuan penting bagi marketer.
Artinya, marketer yang baik tidak hanya memahami tools, tetapi juga mampu berkomunikasi dan mengambil keputusan berdasarkan situasi.
Marketer vs Sales, Apa Bedanya?
Marketer dan sales sering dianggap sama karena keduanya berhubungan dengan pelanggan dan tujuan bisnis. Namun, fokus pekerjaannya berbeda.
| Marketer | Sales |
|---|---|
| Fokus pada pemasaran | Fokus pada penjualan |
| Memahami pasar dan konsumen | Berinteraksi dengan prospek |
| Membuat strategi dan campaign | Melakukan presentasi dan negosiasi |
| Membangun awareness dan demand | Mengarahkan prospek menuju transaksi |
| Menganalisis performa marketing | Memantau pencapaian penjualan |
Keduanya bukan fungsi yang saling bersaing. Marketing dapat membantu menciptakan awareness dan demand, sementara sales berperan dalam proses mengubah prospek menjadi pelanggan.
Contoh Pekerjaan Marketer di UMKM
Bayangkan sebuah UMKM donat ingin meningkatkan pesanan dari pelanggan di sekitar Serang.
Marketer dapat melakukan beberapa aktivitas:
- Menentukan target pelanggan.
- Menganalisis kompetitor.
- Menentukan keunggulan produk.
- Membuat kalender konten Instagram dan TikTok.
- Menyiapkan promo.
- Bekerja sama dengan content creator lokal.
- Mengukur jumlah kunjungan, pesan, dan transaksi.
Dari sini terlihat bahwa pekerjaan marketer merupakan sebuah proses. Ada tahap riset, perencanaan, pelaksanaan, pengukuran, dan evaluasi.
Contoh tersebut merupakan ilustrasi untuk menggambarkan alur kerja marketer, bukan studi kasus perusahaan tertentu.
Bagaimana Cara Menjadi Marketer?
Bagi pemula yang tertarik masuk ke bidang ini, langkah pertama tidak harus langsung bekerja di perusahaan besar.
Mulailah dengan memahami dasar marketing seperti target market, marketing mix, customer behavior, positioning, branding, dan marketing funnel.
Setelah itu, pelajari skill yang lebih spesifik seperti SEO, social media marketing, content marketing, copywriting, advertising, atau analytics.
Membangun portofolio juga penting. Jika belum memiliki pengalaman kerja, portofolio dapat dibuat melalui proyek kampus, proyek pribadi, simulasi campaign, atau membantu bisnis kecil dengan tetap menjelaskan secara jujur konteks proyek tersebut.
Kesimpulan Marketer
Marketer artinya orang yang menjalankan berbagai aktivitas pemasaran untuk membantu bisnis memahami pelanggan, menyampaikan nilai produk, membangun hubungan dengan target pasar, dan mencapai tujuan pemasaran.
Tugas marketer dapat mencakup riset pasar, menentukan target audience, menyusun strategi, menjalankan campaign, mengelola komunikasi, menganalisis data, hingga melakukan optimasi.
Website resmi: Marketer Artinya
Profesi ini juga memiliki banyak spesialisasi, seperti digital marketer, social media marketer, content marketer, SEO specialist, product marketer, dan brand marketer.
Jadi, jika selama ini marketer dianggap hanya sebagai βorang yang mempromosikan produkβ, pemahaman tersebut terlalu sempit. Marketing memiliki proses yang jauh lebih luas dan membutuhkan kombinasi antara strategi, kreativitas, komunikasi, serta kemampuan membaca data.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.