Apa itu marketing executive? Marketing executive adalah profesional yang menjalankan dan mendukung berbagai aktivitas pemasaran perusahaan untuk membantu memperkenalkan produk atau jasa, menjangkau target pasar, membangun hubungan dengan pelanggan, serta mendukung pencapaian tujuan bisnis. Pekerjaan ini tidak hanya berkaitan dengan membuat iklan, tetapi juga melibatkan riset, perencanaan, koordinasi, dan evaluasi.

Bayangkan sebuah perusahaan sedang meluncurkan produk baru. Sebelum produk diperkenalkan kepada masyarakat, tim marketing perlu mengetahui siapa target konsumennya, apa kebutuhan mereka, bagaimana produk akan diposisikan, media apa yang digunakan untuk promosi, dan bagaimana hasil campaign akan diukur. Marketing executive dapat terlibat dalam berbagai proses tersebut.
Karena itu, posisi marketing executive cukup dekat dengan aktivitas pemasaran sehari-hari. Bagi mahasiswa, fresh graduate, atau marketer pemula, memahami pekerjaan ini bisa menjadi langkah awal untuk mengenal dunia marketing secara lebih nyata.
Apa Itu Marketing Executive?
Marketing executive adalah posisi yang bertanggung jawab menjalankan atau mendukung aktivitas pemasaran perusahaan berdasarkan strategi dan target yang telah ditentukan.
Dalam praktiknya, tanggung jawab marketing executive dapat berbeda tergantung perusahaan, industri, ukuran organisasi, dan struktur tim. Ada perusahaan yang lebih banyak memberikan tanggung jawab pada digital campaign, sementara perusahaan lain dapat lebih fokus pada event, partnership, market research, atau marketing communication.
Secara umum, marketing executive berperan menghubungkan rencana pemasaran dengan pelaksanaan di lapangan. Mereka dapat membantu melakukan riset pasar, menjalankan campaign, berkoordinasi dengan tim internal maupun eksternal, memantau performa kegiatan marketing, hingga membuat laporan.
7 Tugas Marketing Executive yang Perlu Diketahui
1. Menjalankan Strategi Marketing
Salah satu tugas utama marketing executive adalah membantu menjalankan strategi pemasaran yang telah dibuat perusahaan.
Aktivitasnya dapat berupa:
- Menjalankan campaign.
- Membantu kegiatan promosi.
- Mengelola aktivitas brand.
- Menyiapkan program pemasaran.
- Memastikan aktivitas berjalan sesuai timeline.
Marketing executive perlu memahami tujuan dari setiap aktivitas agar pekerjaan yang dilakukan tidak sekadar menyelesaikan tugas, tetapi tetap memiliki kaitan dengan tujuan marketing.
2. Melakukan Riset Pasar
Marketing membutuhkan pemahaman mengenai target konsumen. Karena itu, riset pasar menjadi bagian penting dalam pekerjaan.
Marketing executive dapat mengumpulkan informasi mengenai:
- Kebutuhan konsumen.
- Tren pasar.
- Perilaku pelanggan.
- Kompetitor.
- Respons terhadap produk.
- Peluang pasar.
Contohnya, perusahaan makanan ingin meluncurkan menu baru untuk konsumen usia muda. Tim marketing dapat melakukan riset sederhana mengenai tren makanan, harga yang dianggap sesuai, hingga media yang sering digunakan target konsumen.
3. Mengelola Campaign Marketing
Marketing executive dapat terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan campaign.
Prosesnya dapat mencakup:
- Menentukan tujuan campaign.
- Menentukan target audience.
- Menentukan channel komunikasi.
- Menyiapkan materi promosi.
- Berkoordinasi dengan tim terkait.
- Memantau hasil campaign.
- Melakukan evaluasi.
Dalam digital marketing, campaign juga dapat menggunakan media seperti media sosial, website, email, atau iklan digital.
4. Berkoordinasi dengan Tim Kreatif
Tidak semua marketing executive membuat seluruh materi promosi sendiri. Mereka sering bekerja bersama copywriter, graphic designer, social media specialist, videographer, atau agency.
Marketing executive dapat memberikan brief mengenai:
- Tujuan campaign.
- Target audience.
- Pesan utama.
- Konsep komunikasi.
- Deadline.
- Media yang digunakan.
Kemampuan memberikan brief dengan jelas menjadi penting karena ide marketing harus dapat diterjemahkan menjadi materi yang mudah dipahami oleh audiens.
5. Memantau Performa Marketing
Campaign yang sudah berjalan perlu dipantau. Marketing executive dapat melihat berbagai indikator untuk mengetahui performanya.
Beberapa contoh metrik yang dapat digunakan adalah:
- Reach.
- Impressions.
- Engagement rate.
- Website traffic.
- Leads.
- Conversion rate.
- Sales.
- Return on ad spend atau ROAS untuk campaign iklan tertentu.
Metrik yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan campaign. Campaign untuk meningkatkan awareness, misalnya, tidak selalu tepat dinilai hanya berdasarkan penjualan langsung.
6. Membuat Laporan Marketing
Hasil aktivitas marketing perlu didokumentasikan agar perusahaan dapat mengetahui apa yang sudah dilakukan dan bagaimana hasilnya.
Laporan dapat berisi:
- Aktivitas campaign.
- Target.
- Hasil.
- Budget.
- Kendala.
- Insight.
- Rekomendasi.
Laporan yang baik bukan hanya berisi angka. Marketing executive juga perlu menjelaskan apa arti data tersebut dan apa yang dapat dipelajari untuk aktivitas berikutnya.
7. Membangun Relasi dengan Pihak Internal dan Eksternal
Marketing sering melibatkan banyak pihak. Karena itu, marketing executive perlu membangun komunikasi yang baik.
Pihak yang dapat terlibat antara lain:
- Tim sales.
- Product team.
- Customer service.
- Tim kreatif.
- Vendor.
- Media.
- Influencer atau KOL.
- Marketing agency.
Kemampuan membangun hubungan menjadi penting karena sebuah campaign biasanya tidak dikerjakan oleh satu orang saja.
Skill yang Dibutuhkan Marketing Executive
Marketing executive membutuhkan kombinasi hard skill dan soft skill.
Communication Skill
Kemampuan komunikasi diperlukan untuk menyampaikan ide, melakukan presentasi, membuat brief, dan berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Analytical Skill
Marketing semakin banyak menggunakan data. Kemampuan membaca data dan menarik insight membantu marketer membuat keputusan yang lebih terukur.
Creativity
Kreativitas diperlukan untuk menemukan ide campaign, konsep komunikasi, dan cara baru dalam menjangkau target konsumen.
Project Management
Marketing executive dapat menangani beberapa pekerjaan sekaligus. Karena itu, kemampuan mengatur timeline, prioritas, dan deadline sangat berguna.
Digital Marketing
Pemahaman mengenai SEO, social media marketing, content marketing, email marketing, dan paid advertising dapat menjadi nilai tambah, terutama pada perusahaan yang memiliki aktivitas digital yang kuat.
Marketing Executive Kerja Apa Saja?
Gambaran aktivitas sehari-hari marketing executive bisa berbeda-beda. Sebagai contoh ilustrasi, dalam satu hari seorang marketing executive mungkin memulai pekerjaan dengan mengecek performa campaign, mengikuti meeting bersama tim, berdiskusi dengan desainer mengenai materi promosi, melakukan koordinasi dengan vendor, kemudian membuat laporan atau evaluasi.
Pada periode tertentu, pekerjaan juga dapat lebih padat karena adanya peluncuran produk, event, promo besar, atau campaign tertentu.
Jadi, pekerjaan marketing executive cukup dinamis. Tidak selalu duduk di depan laptop sepanjang hari dan tidak selalu berada di lapangan.
Perbedaan Marketing Executive dan Sales
Marketing executive dan sales sama-sama berhubungan dengan tujuan bisnis, tetapi fokus aktivitasnya dapat berbeda.
| Aspek | Marketing Executive | Sales |
|---|---|---|
| Fokus | Pemasaran dan target pasar | Proses penjualan |
| Aktivitas | Campaign, riset, promosi, analisis | Prospecting, presentasi, negosiasi |
| Audiens | Target pasar secara lebih luas | Prospek atau calon pelanggan |
| Output | Campaign, awareness, leads, insight | Transaksi dan pencapaian target penjualan |
Meski berbeda, marketing dan sales tetap saling berkaitan. Marketing dapat membantu menciptakan awareness dan leads, sedangkan sales berperan dalam proses mengubah prospek menjadi pelanggan.
Kualifikasi Marketing Executive
Persyaratan pekerjaan berbeda di setiap perusahaan. Namun, beberapa kualifikasi yang sering dicari antara lain:
- Pendidikan yang relevan, tergantung persyaratan perusahaan.
- Memahami dasar marketing.
- Mampu berkomunikasi dengan baik.
- Mampu bekerja dalam tim.
- Memiliki kemampuan analisis.
- Menguasai tools kerja seperti Microsoft Office atau tools marketing tertentu.
- Memiliki pengalaman organisasi, magang, atau project yang relevan sebagai nilai tambah.
Fresh graduate juga dapat mempersiapkan diri dengan membuat portofolio sederhana, seperti contoh campaign, social media plan, analisis kompetitor, atau project marketing dari kegiatan kampus.
Jenjang Karier Marketing Executive
Jenjang karier dapat berbeda berdasarkan struktur perusahaan. Salah satu gambaran yang umum adalah:
Marketing Staff → Marketing Executive → Senior Marketing Executive → Marketing Supervisor/Assistant Manager → Marketing Manager
Selain naik ke posisi manajerial, pengalaman sebagai marketing executive juga dapat menjadi dasar untuk berkembang ke bidang yang lebih spesifik seperti digital marketing, brand management, product marketing, performance marketing, atau marketing communication.
Kesimpulan Marketing Excetutive
Jadi, apa itu marketing executive? Marketing executive adalah profesional yang menjalankan dan mendukung berbagai aktivitas pemasaran, mulai dari riset pasar, pelaksanaan campaign, koordinasi dengan berbagai pihak, pemantauan performa, hingga penyusunan laporan.
Website resmi: Marketing Excetutive
Pekerjaan ini membutuhkan kombinasi kemampuan komunikasi, kreativitas, analisis, koordinasi, dan pemahaman mengenai konsep marketing. Jobdesk-nya pun dapat berbeda antara satu perusahaan dan perusahaan lainnya.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.