⚡

THESKY INSIGHTS

Marketing Funnel Adalah: Panduan Lengkap 5 Tahapan dan Strateginya

Share

Marketing funnel adalah konsep yang menggambarkan perjalanan calon pelanggan, mulai dari pertama kali mengenal sebuah brand hingga akhirnya melakukan pembelian. Pernah melihat produk di Instagram, kemudian membuka profil brand, membaca review, membandingkan harga, dan baru beberapa hari kemudian melakukan pembelian? Proses tersebut merupakan contoh sederhana bagaimana calon pelanggan bergerak melalui tahapan marketing funnel.

marketing funnel adalah

Marketing funnel adalah model yang menggambarkan perjalanan calon konsumen dari pertama kali mengenal brand hingga melakukan pembelian dan, dalam beberapa model, berlanjut menjadi pelanggan loyal. Konsep ini membantu bisnis memahami bagaimana seseorang yang awalnya hanya melihat konten bisa perlahan berubah menjadi pelanggan.

Bagi UMKM dan marketer pemula, marketing funnel bukan sekadar teori. Konsep ini bisa digunakan untuk menentukan jenis konten, channel pemasaran, hingga indikator yang perlu diukur pada setiap tahap.

Marketing Funnel Adalah Apa?

Marketing funnel adalah kerangka yang digunakan untuk menggambarkan tahapan perjalanan calon konsumen dalam proses pemasaran. HubSpot menjelaskan marketing funnel sebagai perjalanan dari brand awareness hingga keputusan pembelian, dengan jumlah prospek yang biasanya semakin menyempit pada tahap berikutnya.

Disebut funnel atau corong karena tidak semua orang yang mengenal sebuah brand akan menjadi pelanggan. Misalnya, 10.000 orang mungkin melihat konten sebuah bisnis, tetapi hanya sebagian yang mengunjungi profil, lebih sedikit yang bertanya, dan sebagian lainnya yang akhirnya membeli.

Namun, funnel bukan gambaran sempurna tentang perilaku manusia. Salesforce mengingatkan bahwa customer journey sebenarnya bisa lebih rumit dan tidak selalu berjalan lurus seperti bentuk funnel.

Mengapa Marketing Funnel Penting?

Marketing funnel membantu bisnis memahami posisi calon pelanggan sehingga komunikasi dapat disesuaikan.

Contohnya, orang yang baru mengenal sebuah produk belum tentu membutuhkan diskon atau ajakan membeli. Mereka mungkin justru membutuhkan informasi dan edukasi terlebih dahulu.

Sebaliknya, orang yang sudah memasukkan produk ke keranjang mungkin membutuhkan alasan tambahan untuk menyelesaikan pembelian.

Dengan memahami perbedaan tersebut, strategi marketing dapat dibuat lebih relevan.

5 Tahapan Marketing Funnel

Tidak semua perusahaan menggunakan jumlah tahap yang sama. Beberapa model menggunakan tiga tahap utama seperti TOFU, MOFU, dan BOFU, sementara model lainnya memecah perjalanan konsumen menjadi lebih banyak tahap.

Untuk memudahkan pemula, berikut lima tahap yang umum digunakan.

1. Awareness – Tahap Mengenal

Awareness adalah tahap ketika calon konsumen pertama kali mengetahui keberadaan brand, produk, atau masalah yang ingin mereka selesaikan.

Aktivitas yang dapat digunakan antara lain:

  • Konten media sosial.
  • Artikel SEO.
  • Video edukasi.
  • Iklan digital.
  • Influencer atau KOL.
  • Konten informatif.

Contohnya, seseorang melihat video TikTok tentang “cara memilih kopi untuk pemula”. Dari video tersebut, ia baru mengetahui sebuah kedai kopi lokal.

Pada tahap ini, tujuan utamanya bukan selalu menjual. Bisnis perlu membuat audience berhenti scrolling dan merasa bahwa konten tersebut relevan dengan kebutuhannya.

2. Interest – Tahap Ketertarikan

Setelah mengetahui brand, sebagian calon konsumen mulai tertarik mencari informasi lebih lanjut.

Mereka mungkin:

  • Mengunjungi profil Instagram.
  • Membaca artikel.
  • Melihat katalog.
  • Mengikuti akun bisnis.
  • Menonton video lainnya.
  • Berlangganan newsletter.

Konten edukasi, tutorial, FAQ, dan informasi produk dapat membantu mempertahankan ketertarikan tersebut.

3. Consideration – Tahap Pertimbangan

Pada tahap consideration, calon konsumen mulai mempertimbangkan apakah produk tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhannya.

Mereka bisa membandingkan:

  • Harga.
  • Kualitas.
  • Fitur.
  • Review.
  • Testimoni.
  • Pelayanan.
  • Kompetitor.

Misalnya, seseorang ingin membeli sepatu olahraga. Ia tidak hanya melihat satu brand, tetapi membandingkan beberapa produk berdasarkan harga, kenyamanan, review, dan desain.

Karena itu, bisnis perlu menyediakan informasi yang dapat membantu calon pelanggan mengambil keputusan.

4. Conversion – Tahap Konversi

Conversion terjadi ketika calon konsumen melakukan tindakan yang menjadi tujuan bisnis.

Tindakan tersebut bisa berupa:

  • Membeli produk.
  • Mengisi formulir.
  • Mendaftar layanan.
  • Menghubungi sales.
  • Berlangganan.
  • Memesan melalui marketplace.

Untuk bisnis e-commerce, pembelian biasanya menjadi conversion utama.

Di tahap ini, CTA yang jelas, proses checkout sederhana, informasi harga yang transparan, serta bukti sosial seperti review pelanggan dapat membantu mengurangi keraguan.

5. Loyalty – Tahap Mempertahankan Pelanggan

Marketing funnel tidak harus berhenti setelah pembelian.

Pelanggan yang sudah membeli dapat menjadi sumber pendapatan berulang sekaligus berpotensi merekomendasikan brand kepada orang lain.

Strateginya dapat berupa:

  • Loyalty program.
  • Voucher pelanggan lama.
  • Follow-up setelah pembelian.
  • Customer service.
  • Penawaran produk terkait.
  • Konten khusus pelanggan.

Dengan demikian, bisnis tidak hanya mengejar pelanggan baru, tetapi juga menjaga hubungan dengan pelanggan yang sudah ada.

Contoh Marketing Funnel pada UMKM

Bayangkan sebuah UMKM donat di Serang ingin memperkenalkan varian donat baru.

Pada tahap awareness, pemilik membuat video TikTok tentang proses pembuatan donat dan memperkenalkan varian baru.

Masuk ke interest, calon pelanggan mengunjungi Instagram untuk melihat harga, varian rasa, dan lokasi pemesanan.

Pada tahap consideration, mereka membaca review pelanggan dan membandingkan harga dengan toko donat lainnya.

Kemudian pada tahap conversion, pelanggan memesan melalui WhatsApp atau aplikasi pesan-antar.

Setelah pembelian, bisnis memberikan voucher untuk pembelian berikutnya sebagai bagian dari loyalty.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa satu campaign tidak harus melakukan hard selling sejak awal. Pesan dapat berkembang sesuai dengan tingkat ketertarikan calon pelanggan.

Strategi Marketing Sesuai Tahapan Funnel

Strategi yang digunakan sebaiknya disesuaikan dengan posisi konsumen.

TahapTujuanContoh Strategi
AwarenessMengenalkan brandSEO, media sosial, iklan
InterestMembangun ketertarikanArtikel, video, edukasi
ConsiderationMembantu keputusanReview, testimonial, comparison
ConversionMendorong tindakanPromo, CTA, free trial
LoyaltyMempertahankan pelangganVoucher, loyalty program, follow-up

Yang menarik, funnel juga bisa dianalisis menggunakan data. Google Analytics menyediakan Funnel Exploration untuk melihat tahapan yang dilalui pengguna dan mengetahui di mana terjadi penurunan atau drop-off.

Artinya, bisnis tidak harus menebak-nebak bagian mana yang bermasalah.

Cara Membuat Marketing Funnel dari Nol

Jika baru memulai, gunakan langkah sederhana berikut:

1. Tentukan Target Audience

Kenali siapa calon pelanggan, apa masalahnya, dan apa yang mereka butuhkan.

2. Tentukan Tujuan

Tentukan apakah funnel ditujukan untuk awareness, leads, transaksi, atau repeat order.

3. Buat Konten untuk Setiap Tahap

Jangan menggunakan satu jenis konten untuk semua orang. Calon pelanggan baru membutuhkan edukasi, sedangkan calon pelanggan yang sudah siap membeli membutuhkan informasi yang lebih spesifik.

4. Pilih Channel

Gunakan channel yang memang digunakan target audience, seperti Instagram, TikTok, Google, marketplace, website, email, atau WhatsApp.

5. Tentukan KPI

Beberapa metrik yang dapat dipantau antara lain:

  • Reach.
  • Website traffic.
  • Engagement.
  • Leads.
  • CTR.
  • Conversion rate.
  • Repeat purchase.

6. Evaluasi Drop-Off

Jika banyak orang melihat produk tetapi sedikit yang membeli, jangan langsung menyimpulkan bahwa iklannya gagal. Bisa jadi masalahnya ada pada harga, informasi produk, landing page, kepercayaan pelanggan, atau proses checkout.

Inilah salah satu alasan analisis funnel penting: bisnis dapat mencari di tahap mana pelanggan berhenti dan kemudian menguji perbaikannya.

Marketing Funnel vs Sales Funnel

Marketing funnel dan sales funnel sering dianggap sama, padahal fokusnya bisa berbeda.

Marketing funnel lebih banyak menggambarkan bagaimana calon pelanggan mengenal brand, mendapatkan informasi, dan berkembang menjadi prospek.

Sales funnel lebih berfokus pada proses mengubah prospek menjadi pelanggan melalui aktivitas penjualan.

Meski begitu, keduanya saling berkaitan. Dalam praktik bisnis, batas antara marketing dan sales juga dapat berbeda tergantung model bisnis dan cara perusahaan mendefinisikan setiap tahap.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  • Menargetkan semua orang.
  • Langsung melakukan hard selling kepada audience baru.
  • Tidak membedakan konten berdasarkan tahap funnel.
  • Hanya mengejar likes dan views.
  • Tidak memiliki CTA.
  • Tidak melakukan follow-up.
  • Tidak mengukur conversion.
  • Menganggap customer journey selalu berjalan lurus.

Kesalahan terakhir cukup penting. Funnel sebaiknya dipakai sebagai kerangka kerja untuk memahami pola, bukan dianggap sebagai peta perjalanan yang harus dilalui setiap pelanggan secara persis. Customer journey nyata dapat melompat, kembali ke tahap sebelumnya, atau menggunakan banyak channel sebelum membeli.

Kesimpulan Marketing funnel

Marketing funnel adalah kerangka yang membantu bisnis memahami perjalanan calon konsumen dari mengenal brand hingga melakukan pembelian dan membangun hubungan setelah pembelian.

Website resmi: Marketing funnel adalah

Lima tahap yang dapat digunakan sebagai kerangka sederhana adalah awareness, interest, consideration, conversion, dan loyalty.

Bagi UMKM maupun marketer pemula, manfaat terbesar funnel bukan sekadar membuat diagram berbentuk corong. Yang lebih penting adalah memahami apa yang dibutuhkan calon pelanggan di setiap tahap dan bagaimana data dapat digunakan untuk memperbaiki proses tersebut.

Riyen Riyen
DITULIS OLEH

Riyen Riyen

Content Strategist & SEO Specialist di Thesky ID. Menulis seputar strategi optimasi mesin pencari, analitik konten, dan pertumbuhan visibilitas organik bisnis.

KONSULTASI GRATIS

Siap Melejitkan Trafik & Penjualan Bisnis Anda dengan SEO?

Diskusikan audit website, strategi ranking kata kunci, dan optimasi konten bersama tim Thesky ID.

🛍️ OFFICIAL PRODUCTS & SERVICES

Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan

Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.

PRODUK UTAMA #1 PLUGIN WORDPRESS & AI Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
★ 5.0 • 1.4k+ website aktif

Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin

Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!

Rp 249.000 Rp 799.000
Download & Beli Sekarang 🚀
Best Seller WEB APP & TOOL AI Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
★ 4.9 • 180+ Pengguna Aktif

Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates

Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.

Rp 199.000 Rp 499.000
Mulai Pakai ↗
Best Value TEMPLATE & PLAYBOOK Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
★ 4.9 • 310+ Download

Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook

Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.

Rp 149.000 Rp 399.000
Dapatkan Template ↗

💡 Butuh solusi kustom atau konsultasi khusus untuk bisnis Anda? Tim ahli Thesky siap membantu menganalisis strategi yang tepat.

Konsultasi via WhatsApp

Written by

Categories

Related Post

Scroll to Top