Online digital marketing menjadi bagian penting dalam cara bisnis memperkenalkan produk dan menjangkau calon pelanggan. Saat seseorang mencari produk di Google, melihat rekomendasi di TikTok, membaca ulasan di marketplace, atau menerima promosi melalui email, sebenarnya mereka sedang berinteraksi dengan berbagai bentuk pemasaran digital.

Bagi pemilik UMKM dan bisnis online, kondisi ini membuka peluang yang cukup besar. Namun, ada satu kesalahan yang masih sering terjadi: menganggap digital marketing hanya sebatas rajin posting di media sosial.
Padahal, online digital marketing mencakup banyak aktivitas, mulai dari SEO, content marketing, social media, email marketing, online advertising, hingga analisis data. HubSpot juga menjelaskan digital marketing sebagai istilah yang mencakup berbagai upaya pemasaran melalui kanal online seperti mesin pencari, media sosial, email, website, dan iklan digital.
Apa Itu Online Digital Marketing?
Secara sederhana, online digital marketing adalah aktivitas pemasaran yang memanfaatkan internet dan kanal digital untuk menjangkau serta berkomunikasi dengan calon maupun pelanggan.
Beberapa kanal yang umum digunakan antara lain:
- Website dan blog
- Mesin pencari
- Media sosial
- Marketplace
- Iklan digital
- Platform video
- Aplikasi pesan
Dalam praktiknya, bisnis tidak harus menggunakan semuanya. Pilihan channel sebaiknya disesuaikan dengan target audience, tujuan bisnis, jenis produk, dan sumber daya yang tersedia.
Misalnya, bisnis makanan lokal mungkin lebih membutuhkan Instagram, TikTok, Google, dan platform pemesanan makanan. Sementara perusahaan B2B bisa lebih fokus pada website, SEO, email marketing, dan LinkedIn.
Online Digital Marketing vs Digital Marketing
Istilah online digital marketing dan digital marketing sering digunakan secara bergantian. Keduanya memiliki konsep yang sangat dekat.
Digital marketing sendiri merupakan istilah yang luas untuk pemasaran menggunakan kanal digital. Dalam praktik modern, sebagian besar aktivitas tersebut memang berlangsung melalui internet.
Karena itu, artikel atau materi yang menggunakan istilah “online digital marketing” biasanya membahas strategi pemasaran yang dilakukan melalui kanal internet.
Mengapa Online Digital Marketing Penting?
Salah satu keunggulan pemasaran digital adalah kemampuan untuk mengukur aktivitas pemasaran dengan lebih terperinci dibandingkan banyak bentuk pemasaran tradisional.
Marketer dapat melihat berbagai data seperti traffic, klik, engagement, leads, hingga conversion sesuai dengan channel dan tujuan campaign. HubSpot juga menekankan kemampuan digital marketing dalam membantu bisnis mengukur hasil melalui analytics.
Namun, data bukan berarti semua strategi otomatis berhasil.
Menurut saya, justru di sinilah tantangan terbesar online digital marketing. Bisnis memiliki banyak platform untuk dipilih, tetapi belum tentu membutuhkan semuanya.
Lebih baik memiliki strategi sederhana yang konsisten daripada aktif di banyak platform tetapi tidak memiliki tujuan yang jelas.
10 Strategi Online Digital Marketing yang Bisa Digunakan
1. Search Engine Optimization (SEO)
SEO merupakan strategi untuk meningkatkan visibilitas website atau konten pada hasil mesin pencari secara organik.
Materinya dapat mencakup:
- Keyword research
- Search intent
- On-page SEO
- Technical SEO
- Content optimization
- Internal linking
Contohnya, sebuah toko makanan dapat membuat artikel yang menjawab pertanyaan calon pelanggan tentang produk yang dijual. Konten tersebut kemudian dioptimalkan agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari.
2. Content Marketing
Content marketing berfokus pada pembuatan konten yang relevan dan bermanfaat bagi target audience.
Bentuknya bisa berupa:
- Artikel blog
- Video
- Infografis
- Panduan
- Newsletter
- Konten media sosial
Konten yang baik seharusnya tidak selalu berisi ajakan membeli. Edukasi, tips, tutorial, dan jawaban atas masalah pelanggan juga dapat menjadi bagian dari strategi.
3. Social Media Marketing
Media sosial menjadi salah satu channel yang paling mudah digunakan untuk membangun awareness dan berinteraksi dengan audience.
Platform yang dapat dipertimbangkan antara lain:
- TikTok
- YouTube
Pemilihannya sebaiknya berdasarkan perilaku target audience.
Tidak semua bisnis harus aktif di semua platform. Jika mayoritas calon pelanggan berada di Instagram dan TikTok, misalnya, bisnis dapat memprioritaskan kedua platform tersebut terlebih dahulu.
4. Online Advertising
Online advertising merupakan pemasaran menggunakan iklan berbayar di internet.
Contohnya:
- Google Ads
- Social media ads
- Display advertising
- Video advertising
- Marketplace advertising
Google Skillshop menyediakan pelatihan Google Ads yang mencakup pembuatan, pengukuran, dan optimasi campaign. Materinya juga mencakup strategi keyword, bidding, audience, dan measurement.
Bagi UMKM, penggunaan iklan sebaiknya dimulai dengan tujuan yang jelas dan budget yang dapat dikontrol.
5. Email Marketing
Email marketing memungkinkan bisnis berkomunikasi secara langsung dengan pelanggan yang telah memberikan akses untuk menerima komunikasi.
Contohnya:
- Newsletter
- Promo produk
- Informasi produk baru
- Follow-up pelanggan
- Edukasi
- Penawaran khusus
Kuncinya bukan mengirim email sebanyak mungkin, melainkan mengirim pesan yang relevan kepada audience yang tepat.
6. Influencer Marketing
Influencer marketing memanfaatkan kreator yang memiliki audience tertentu untuk membantu memperkenalkan produk atau brand.
Untuk UMKM, bekerja sama dengan micro-influencer lokal bisa menjadi salah satu opsi yang dapat diuji.
Misalnya, bisnis kuliner di Serang dapat mencari kreator lokal yang memang memiliki audience yang tertarik dengan kuliner dan aktivitas di wilayah tersebut.
Jangan hanya melihat jumlah followers. Kesesuaian audience, engagement, jenis konten, dan reputasi kreator juga perlu diperhatikan.
7. Affiliate Marketing
Affiliate marketing menggunakan pihak ketiga untuk mempromosikan produk dengan sistem komisi berdasarkan tindakan yang telah ditentukan, misalnya pembelian melalui link atau kode tertentu.
Strategi ini dapat membantu bisnis memperluas jangkauan tanpa harus membuat seluruh konten promosi sendiri.
Namun, sistem komisi, atribusi penjualan, dan ketentuan kerja sama harus dibuat dengan jelas sejak awal.
8. Marketplace Marketing
Bagi bisnis online, marketplace juga dapat menjadi bagian dari online digital marketing.
Optimasi dapat dilakukan melalui:
- Judul produk
- Foto produk
- Deskripsi
- Harga
- Rating
- Review
- Voucher
- Promo
- Iklan marketplace
Bayangkan seorang pelanggan sedang mencari “donat kentang” di marketplace makanan. Foto yang menarik, deskripsi yang jelas, rating yang baik, dan informasi harga dapat membantu pelanggan mempertimbangkan produk tersebut.
9. WhatsApp Marketing
WhatsApp dapat digunakan sebagai channel komunikasi dengan pelanggan, misalnya untuk:
- Customer service
- Konfirmasi pesanan
- Katalog
- Informasi produk
- Follow-up
- After-sales service
Tetapi bisnis harus berhati-hati agar komunikasi tidak berubah menjadi spam. Pesan sebaiknya dikirim kepada orang yang memang memberikan izin atau memiliki konteks komunikasi dengan bisnis.
10. Marketing Analytics
Strategi online digital marketing tidak berhenti setelah konten atau campaign dipublikasikan.
Marketer perlu melihat data untuk mengetahui performanya.
Beberapa metrik yang dapat dipelajari antara lain:
- Website traffic
- Engagement rate
- CTR
- Conversion rate
- Cost per acquisition
- ROAS
- Leads
- Revenue
Google Skillshop juga menyediakan pembelajaran mengenai Google Analytics dan pengukuran data untuk membantu bisnis memahami performa pemasaran.
Yang perlu diingat, angka terbesar tidak selalu berarti hasil terbaik. Ribuan views, misalnya, belum tentu menghasilkan transaksi jika tujuan campaign sebenarnya adalah penjualan.
Cara Kerja Online Digital Marketing
Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan seperti ini:
Awareness → Interest → Consideration → Conversion → Retention
Contohnya, seseorang melihat video sebuah produk di TikTok. Ia kemudian mengunjungi Instagram brand tersebut, membaca review, melihat harga di marketplace, lalu melakukan pembelian.
Setelah pembelian, bisnis dapat menggunakan email atau WhatsApp untuk memberikan informasi yang relevan dan membangun hubungan dengan pelanggan.
Artinya, online digital marketing tidak selalu bekerja melalui satu platform saja. Beberapa channel dapat saling melengkapi sepanjang customer journey.
Contoh Online Digital Marketing untuk UMKM
Bayangkan sebuah UMKM donat di sekitar Serang yang baru memulai bisnis.
Pemiliknya dapat membuat video proses pembuatan donat untuk TikTok, mengunggah foto produk dan testimoni di Instagram, membuat profil bisnis agar lebih mudah ditemukan secara online, kemudian mengarahkan pelanggan ke platform pemesanan.
Jika ingin mencoba iklan, pemilik dapat memulai dengan budget yang terukur. Setelah berjalan, data seperti jumlah klik, pesan masuk, transaksi, atau biaya per hasil dapat digunakan untuk mengevaluasi campaign.
Contoh tersebut bersifat ilustratif. Hasil nyata setiap bisnis tentu berbeda karena dipengaruhi produk, harga, target pasar, lokasi, kompetitor, kualitas konten, dan faktor lainnya.
Cara Memulai Online Digital Marketing untuk Pemula
Tidak perlu langsung menggunakan sepuluh strategi sekaligus.
Mulailah dengan langkah berikut:
- Tentukan target audience.
- Tentukan tujuan pemasaran.
- Pilih satu atau dua channel utama.
- Buat content plan sederhana.
- Jalankan strategi secara konsisten.
- Ukur hasilnya.
- Evaluasi dan lakukan perbaikan.
Misalnya, sebuah UMKM ingin meningkatkan awareness. Fokus awalnya bisa berupa social media dan content marketing. Setelah memiliki audience dan data yang cukup, bisnis dapat menguji iklan atau strategi lainnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari antara lain:
- Menggunakan semua platform sekaligus.
- Mengejar followers tanpa tujuan.
- Tidak memahami target audience.
- Terlalu sering melakukan hard selling.
- Mengabaikan data.
- Mengeluarkan budget iklan tanpa tujuan.
- Meniru kompetitor tanpa memahami kebutuhan pelanggan.
- Menganggap satu strategi pasti berhasil untuk semua bisnis.
Dalam online digital marketing, eksperimen memang penting. Namun, eksperimen sebaiknya dilakukan secara terukur agar bisnis mengetahui apa yang sedang diuji dan bagaimana hasilnya.
Kesimpulan Online digital marketing
Online digital marketing bukan hanya tentang membuat konten di media sosial atau memasang iklan. Di dalamnya terdapat proses memahami audience, memilih channel, membuat pesan yang relevan, membangun hubungan dengan pelanggan, dan mengukur hasil pemasaran.
Website resmmi: Online digital marketing
Untuk pemula dan UMKM, tidak perlu mengejar semua platform sekaligus. Mulailah dari channel yang paling dekat dengan target pelanggan, tentukan tujuan yang jelas, kemudian ukur hasilnya.
Pada akhirnya, strategi digital yang bagus bukan yang paling ramai, melainkan yang mampu menghubungkan bisnis dengan audience yang tepat melalui pesan dan channel yang sesuai.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.