⚡

THESKY INSIGHTS

Lowongan Kerja Marketing: 7 Cara Menemukan dan Mendapatkan Pekerjaan Impian

Share

Lowongan kerja marketing menjadi salah satu peluang yang menarik bagi mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin membangun karier di bidang pemasaran. Menariknya, pekerjaan marketing saat ini tidak hanya berkaitan dengan menawarkan produk kepada calon pelanggan. Ada banyak posisi yang berhubungan dengan digital marketing, content marketing, social media, brand, hingga marketing communication.

lowongan kerja marketing

Bagi pencari kerja, banyaknya pilihan tersebut justru bisa membuat bingung. Haruskah melamar sebagai Marketing Executive, Digital Marketing, atau Marketing Communication? Skill apa yang perlu dipersiapkan? Dan bagaimana membuat CV agar lebih relevan dengan posisi yang dituju?

Daripada asal mengirim lamaran ke sebanyak mungkin perusahaan, lebih baik pahami dulu posisi yang tersedia dan sesuaikan kemampuan dengan kebutuhan perusahaan.

Apa Itu Pekerjaan Marketing?

Secara sederhana, pekerjaan marketing berkaitan dengan kegiatan untuk memahami pasar, menjangkau calon pelanggan, membangun hubungan dengan konsumen, serta membantu perusahaan mencapai tujuan pemasaran.

Dalam praktiknya, tugas seorang marketer dapat berbeda tergantung posisi dan industrinya. Seorang digital marketer, misalnya, dapat mengelola campaign melalui search engine, media sosial, email, dan berbagai kanal digital sekaligus mengukur hasilnya menggunakan data.

Google sendiri memasukkan strategi digital marketing, content marketing, email marketing, marketing analytics, dan e-commerce sebagai bagian dari keterampilan yang relevan untuk pekerjaan entry-level di bidang digital marketing.

Artinya, marketing bukan sekadar pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berbicara. Kemampuan analisis, kreativitas, komunikasi, dan pemahaman teknologi juga semakin penting.

7 Posisi Marketing yang Bisa Kamu Temukan

1. Marketing Executive

Marketing Executive biasanya terlibat dalam pelaksanaan strategi pemasaran, promosi, koordinasi campaign, hingga komunikasi dengan pelanggan atau pihak lain.

Posisi ini cocok bagi orang yang senang berkomunikasi dan mengatur berbagai aktivitas pemasaran.

2. Digital Marketing

Digital Marketing berfokus pada pemasaran melalui kanal digital. Tugasnya dapat mencakup social media, SEO, paid advertising, content, email marketing, hingga analisis performa campaign.

Posisi ini cukup luas sehingga perusahaan dapat memiliki kebutuhan skill yang berbeda-beda.

3. Marketing Communication

Marketing Communication atau Marcomm berhubungan dengan bagaimana perusahaan menyampaikan pesan kepada target audiens.

Pekerjaannya dapat mencakup pembuatan campaign, content, event, komunikasi brand, dan koordinasi dengan pihak eksternal.

4. Brand Marketing

Brand Marketing lebih banyak berhubungan dengan bagaimana sebuah brand diposisikan dan dikenali oleh target konsumennya.

Marketer pada posisi ini perlu memahami target pasar, identitas brand, campaign, serta bagaimana konsumen memandang sebuah produk.

5. Content Marketing

Content marketer bertugas membuat konten yang memiliki tujuan pemasaran. Bentuknya bisa berupa artikel blog, video, media sosial, infografis, maupun konten edukasi.

Bukan berarti semua konten harus langsung menjual. Konten yang memberikan informasi dan menjawab kebutuhan audiens juga dapat menjadi bagian dari strategi marketing.

6. Marketing Operation

Marketing Operation biasanya berhubungan dengan sisi operasional kegiatan pemasaran, seperti administrasi campaign, pengelolaan data, koordinasi, dan reporting.

Posisi ini cocok bagi orang yang cukup teliti dan nyaman bekerja dengan data maupun dokumen.

7. Performance Marketing

Performance Marketing berfokus pada aktivitas pemasaran yang dapat diukur menggunakan data. Contohnya adalah iklan digital, conversion, cost per acquisition, dan return on advertising spend.

Karena banyak menggunakan data, posisi ini membutuhkan kemampuan analisis sekaligus pemahaman terhadap platform periklanan digital.

Apa Saja Skill yang Dibutuhkan?

Tidak ada satu daftar skill yang berlaku untuk seluruh pekerjaan marketing. Kebutuhannya bergantung pada posisi dan perusahaan.

Namun, beberapa kemampuan yang cukup relevan antara lain:

  • Komunikasi.
  • Digital marketing.
  • Social media marketing.
  • Content creation.
  • Market research.
  • Data analysis.
  • Copywriting.
  • Presentasi.
  • Microsoft Office.
  • Kemampuan bekerja dalam tim.

Untuk posisi digital marketing, misalnya, Google mencantumkan audience research, social media marketing, email marketing, advertising, content, serta marketing analytics sebagai keterampilan yang penting.

Karena itu, jangan hanya menulis “memiliki kemampuan marketing” di CV. Lebih baik jelaskan kemampuan yang benar-benar bisa kamu lakukan.

Misalnya, daripada menulis:

“Menguasai digital marketing.”

Kamu bisa menuliskan:

“Mampu membuat content plan media sosial dan melakukan evaluasi performa konten menggunakan metrik engagement.”

Contoh kedua jauh lebih mudah dipahami recruiter karena menunjukkan kemampuan yang spesifik.

7 Cara Mencari Lowongan Kerja Marketing

1. Gunakan Job Portal

Mulailah dari platform pencarian kerja seperti Jobstreet, Indeed, dan LinkedIn. Gunakan beberapa kata kunci karena perusahaan tidak selalu menggunakan nama posisi yang sama.

Coba cari dengan keyword seperti:

  • Marketing Staff
  • Marketing Executive
  • Digital Marketing
  • Marketing Communication
  • Brand Marketing
  • Content Marketing
  • Social Media Specialist

2. Jangan Terpaku pada Satu Keyword

Ini kesalahan yang cukup sering dilakukan pencari kerja.

Misalnya kamu hanya mencari “Marketing Staff”, padahal perusahaan yang kamu incar mungkin menggunakan istilah “Marketing Executive” atau “Marketing Associate”.

Semakin luas tetapi tetap relevan keyword yang digunakan, semakin banyak jenis posisi yang bisa kamu temukan.

3. Cek Career Page Perusahaan

Selain job portal, periksa halaman karier perusahaan yang ingin kamu tuju.

Cara ini berguna terutama jika kamu sudah memiliki daftar perusahaan target. Buat daftar sekitar 10–20 perusahaan dan cek lowongannya secara berkala.

4. Manfaatkan LinkedIn

Perbarui profil LinkedIn dengan pengalaman, pendidikan, skill, sertifikasi, dan portfolio.

Kamu juga dapat mengikuti perusahaan yang diminati agar lebih mudah mengetahui informasi rekrutmen dan aktivitas perusahaan.

5. Buat Portfolio

Portfolio sangat berguna terutama untuk posisi digital marketing, content, social media, dan creative marketing.

Tidak harus menunggu memiliki pengalaman kerja profesional. Mahasiswa dapat membuat contoh campaign sederhana untuk bisnis fiktif atau UMKM lokal.

Misalnya, kamu membuat simulasi campaign Instagram untuk usaha donat di sekitar tempat tinggal. Tampilkan target audiens, konsep konten, contoh caption, kalender konten, dan indikator yang ingin diukur.

Walaupun bukan campaign berbayar sungguhan, contoh tersebut dapat menunjukkan cara kamu berpikir sebagai marketer.

6. Sesuaikan CV dengan Posisi

Jangan menggunakan satu CV untuk semua jenis pekerjaan.

Jika melamar Digital Marketing, tonjolkan kemampuan seperti social media, content, analytics, SEO, atau advertising jika memang kamu memilikinya.

Sementara jika melamar Marketing Administration, pengalaman mengelola data, Microsoft Excel, dokumentasi, dan administrasi dapat dibuat lebih menonjol.

7. Pelajari Skill yang Masih Kurang

Kalau menemukan lowongan yang menarik tetapi ada satu atau dua skill yang belum dikuasai, jangan langsung menyerah.

Identifikasi skill tersebut dan mulai belajar. Google menyediakan berbagai pelatihan digital, termasuk program Digital Marketing & E-commerce yang dirancang untuk membangun keterampilan entry-level dan tidak mensyaratkan pengalaman sebelumnya.

Apakah Fresh Graduate Bisa Melamar?

Bisa. Namun, jangan menganggap semua perusahaan memiliki persyaratan yang sama.

Ada perusahaan yang membuka posisi entry-level tanpa pengalaman, sementara perusahaan lain mungkin meminta pengalaman magang atau pengalaman kerja tertentu.

Bagi fresh graduate, pengalaman organisasi, kepanitiaan, magang, freelance, dan proyek kuliah dapat menjadi bahan untuk menunjukkan kemampuan.

Misalnya, pengalaman menjadi anggota divisi publikasi dalam organisasi kampus dapat dikaitkan dengan kemampuan content atau social media. Proyek bisnis dalam mata kuliah juga dapat dikembangkan menjadi contoh portfolio sederhana.

Yang penting adalah bagaimana kamu menjelaskan pengalaman tersebut dan hubungannya dengan pekerjaan yang dilamar.

Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Melamar

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  • Mengirim CV yang sama ke semua perusahaan.
  • Tidak membaca job description.
  • Melamar tanpa mengetahui posisi yang dituju.
  • Menuliskan skill tanpa bukti atau contoh.
  • Tidak menyiapkan portfolio untuk posisi yang membutuhkannya.
  • Mengabaikan kemampuan digital.
  • Tidak melakukan riset tentang perusahaan.
  • Menggunakan informasi lowongan yang sudah kedaluwarsa.

Perlu diingat, jumlah dan jenis lowongan dapat berubah setiap saat. Karena itu, informasi mengenai jumlah loker sebaiknya selalu dicek kembali pada platform terkait sebelum digunakan sebagai data dalam artikel atau keputusan melamar.

Kesimpulan kerja marketing

Mencari lowongan kerja marketing bukan hanya soal menemukan sebanyak mungkin iklan pekerjaan dan mengirim CV. Yang lebih penting adalah memahami posisi yang tersedia, mengetahui skill yang dibutuhkan, kemudian menunjukkan bahwa kemampuan tersebut memang relevan dengan pekerjaan.

Website resmi: lowongan kerja marketing

Bagi fresh graduate, jangan merasa harus menunggu sampai memiliki pengalaman bertahun-tahun. Mulailah dari proyek kuliah, organisasi, magang, freelance, atau portfolio sederhana untuk membangun bukti kemampuan.

Sementara bagi marketer yang sudah memiliki pengalaman, fokuslah pada posisi yang paling sesuai dengan spesialisasi dan tujuan karier.

Pada akhirnya, strategi mencari kerja yang baik bukan tentang melamar ke semua tempat, tetapi tentang menemukan posisi yang sesuai dan menunjukkan alasan mengapa kemampuanmu relevan untuk posisi tersebut.

Riyen Riyen
DITULIS OLEH

Riyen Riyen

Content Strategist & SEO Specialist di Thesky ID. Menulis seputar strategi optimasi mesin pencari, analitik konten, dan pertumbuhan visibilitas organik bisnis.

KONSULTASI GRATIS

Siap Melejitkan Trafik & Penjualan Bisnis Anda dengan SEO?

Diskusikan audit website, strategi ranking kata kunci, dan optimasi konten bersama tim Thesky ID.

🛍️ OFFICIAL PRODUCTS & SERVICES

Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan

Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.

PRODUK UTAMA #1 PLUGIN WORDPRESS & AI Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
★ 5.0 • 1.4k+ website aktif

Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin

Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!

Rp 249.000 Rp 799.000
Download & Beli Sekarang 🚀
Best Seller WEB APP & TOOL AI Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
★ 4.9 • 180+ Pengguna Aktif

Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates

Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.

Rp 199.000 Rp 499.000
Mulai Pakai ↗
Best Value TEMPLATE & PLAYBOOK Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
★ 4.9 • 310+ Download

Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook

Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.

Rp 149.000 Rp 399.000
Dapatkan Template ↗

💡 Butuh solusi kustom atau konsultasi khusus untuk bisnis Anda? Tim ahli Thesky siap membantu menganalisis strategi yang tepat.

Konsultasi via WhatsApp

Written by

Categories

Related Post

Scroll to Top