⚡

THESKY INSIGHTS

Contoh Digital Marketing: 10 Strategi dan Penerapannya untuk Bisnis

Share

Contoh digital marketing bisa kita temukan hampir setiap hari, mulai dari iklan yang muncul di Google, video promosi di TikTok, hingga email berisi penawaran produk. Bagi bisnis, berbagai aktivitas tersebut dapat menjadi cara untuk menjangkau calon pelanggan dan membangun hubungan dengan konsumen secara online. Pernah mencari produk di Google, melihat rekomendasi barang di TikTok, lalu akhirnya membeli produk tersebut? Tanpa disadari, aktivitas seperti itu merupakan bagian dari digital marketing. Bagi bisnis, terutama UMKM dan bisnis online, digital marketing bukan lagi sekadar pilihan tambahan, tetapi salah satu cara untuk menjangkau calon pelanggan di tempat mereka menghabiskan waktu.

Contoh Digital Marketing

Namun, digital marketing sebenarnya tidak hanya tentang membuat postingan di Instagram. Ada berbagai strategi yang bisa digunakan, mulai dari SEO, iklan digital, email marketing, hingga affiliate marketing. American Marketing Association menjelaskan bahwa digital marketing mencakup aktivitas pemasaran melalui kanal digital seperti internet, media sosial, mesin pencari, website, video, dan email.

Lantas, apa saja contoh digital marketing yang bisa diterapkan dalam bisnis? Berikut beberapa strategi yang paling umum dan contoh penerapannya.

Apa Itu Digital Marketing?

Secara sederhana, digital marketing adalah kegiatan pemasaran yang menggunakan perangkat dan kanal digital untuk menjangkau serta berkomunikasi dengan konsumen.

Berbeda dari pemasaran tradisional seperti billboard atau brosur, kanal digital memungkinkan bisnis berinteraksi dengan audiens secara lebih langsung. Aktivitasnya juga dapat diukur melalui berbagai data, sehingga marketer bisa mengevaluasi apakah strategi yang dijalankan memberikan hasil.

Beberapa kanal digital marketing yang umum digunakan antara lain:

  • Website dan blog
  • Mesin pencari
  • Media sosial
  • Email
  • Marketplace
  • Iklan digital
  • Video
  • Influencer dan affiliate

10 Contoh Digital Marketing yang Bisa Diterapkan

1. Search Engine Optimization (SEO)

SEO adalah strategi untuk mengoptimalkan website dan konten agar lebih mudah ditemukan melalui mesin pencari secara organik.

Contohnya, sebuah UMKM makanan membuat artikel dengan topik “rekomendasi donat enak di Serang”. Jika konten tersebut relevan dan dioptimalkan dengan baik, website bisnis berpeluang mendapatkan pengunjung dari orang yang memang sedang mencari informasi tersebut.

Google sendiri menyediakan panduan SEO untuk membantu pemilik website memahami praktik dasar agar konten lebih mudah ditemukan dan dipahami mesin pencari.

Cocok untuk: website bisnis, blog, toko online, dan UMKM yang ingin membangun traffic jangka panjang.

2. Search Engine Marketing atau PPC

Berbeda dengan SEO yang mengandalkan traffic organik, Search Engine Marketing/PPC menggunakan iklan berbayar pada mesin pencari.

Misalnya, toko sepatu menjalankan iklan untuk keyword “sepatu running pria”. Ketika seseorang melakukan pencarian tersebut, iklan bisnis dapat muncul di halaman hasil pencarian.

Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat terhadap produk tertentu.

3. Social Media Marketing

Ini mungkin merupakan contoh digital marketing yang paling mudah ditemukan sehari-hari.

Bisnis dapat menggunakan Instagram, TikTok, Facebook, LinkedIn, atau platform lain untuk:

  • Mengenalkan produk.
  • Membuat konten edukasi.
  • Membagikan testimoni.
  • Menjalankan promo.
  • Berinteraksi dengan pelanggan.
  • Membangun brand awareness.

Misalnya, UMKM kuliner di Serang membuat video singkat mengenai proses pembuatan produknya di TikTok. Konten tersebut bukan hanya mempromosikan produk, tetapi juga memberikan gambaran mengenai proses di balik produk sehingga brand terasa lebih dekat dengan audiens.

4. Content Marketing

Content marketing berfokus pada pembuatan konten yang bermanfaat dan relevan bagi target audience.

Bentuknya bisa berupa:

  • Artikel blog.
  • Video tutorial.
  • Infografis.
  • E-book.
  • Panduan.
  • Konten edukasi.

Sebagai contoh, bisnis skincare dapat membuat artikel “Cara Memilih Skincare untuk Kulit Berminyak”. Di akhir artikel, produk milik bisnis dapat diperkenalkan sebagai salah satu solusi.

Menurut saya, di sinilah banyak bisnis keliru. Konten marketing tidak seharusnya membuat setiap posting terasa seperti iklan. Audiens juga membutuhkan informasi yang membantu mereka sebelum akhirnya mempertimbangkan pembelian.

5. Email Marketing

Email marketing menggunakan email sebagai media komunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan.

Contohnya:

  • Newsletter.
  • Informasi produk baru.
  • Promo khusus.
  • Rekomendasi produk.
  • Follow-up setelah pembelian.
  • Pengingat keranjang belanja.

Email marketing akan lebih efektif ketika pesan disesuaikan dengan kebutuhan penerima. HubSpot, misalnya, menekankan pentingnya strategi, segmentasi audiens, konten yang menarik, dan eksekusi yang tepat dalam campaign email.

6. Influencer Marketing

Influencer marketing dilakukan dengan bekerja sama dengan content creator atau influencer untuk memperkenalkan produk kepada audiens mereka.

Contohnya, UMKM makanan lokal bekerja sama dengan micro-influencer kuliner di daerahnya untuk membuat video review.

Jangan hanya melihat jumlah followers. Bisnis juga perlu mempertimbangkan:

  • Relevansi audiens.
  • Engagement.
  • Kredibilitas creator.
  • Lokasi audiens.
  • Kesesuaian dengan brand.

Influencer dengan 20.000 followers yang audiensnya sangat relevan bisa saja lebih berguna dibandingkan influencer dengan ratusan ribu followers tetapi audiensnya tidak sesuai target.

7. Affiliate Marketing

Affiliate marketing memungkinkan pihak lain mempromosikan produk dan mendapatkan komisi ketika terjadi transaksi atau tindakan tertentu sesuai aturan program.

Contohnya, seorang content creator membagikan link produk kepada followers. Ketika ada orang yang membeli melalui link tersebut, creator mendapatkan komisi.

Model seperti ini banyak ditemukan pada ekosistem marketplace dan social commerce di Indonesia.

Keuntungannya, bisnis dapat memperluas jangkauan promosi tanpa harus membuat seluruh konten sendiri. Namun, struktur komisi dan hasilnya tetap perlu dihitung agar biaya akuisisi pelanggan tetap masuk akal.

8. Video Marketing

Video marketing menggunakan video sebagai media untuk menyampaikan pesan pemasaran.

Platform yang umum digunakan antara lain:

  • TikTok.
  • YouTube.
  • Instagram Reels.
  • Facebook.

Contohnya adalah video tutorial, review produk, behind the scenes, demonstrasi produk, hingga video testimoni pelanggan.

Untuk UMKM, video sederhana menggunakan smartphone pun bisa menjadi titik awal. Tidak selalu diperlukan peralatan mahal. Yang lebih penting adalah pesan yang jelas dan relevan dengan target audience.

9. Online Advertising

Online advertising adalah pemasaran melalui iklan berbayar di platform digital.

Contohnya:

  • Google Ads.
  • Meta Ads.
  • TikTok Ads.
  • YouTube Ads.

Keunggulannya adalah bisnis dapat menentukan target berdasarkan karakteristik audiens dan mengukur performa campaign melalui berbagai metrik.

Namun, jangan berpikir bahwa memasang iklan otomatis menghasilkan penjualan. Iklan hanya salah satu bagian dari proses. Targeting, materi iklan, penawaran, landing page, dan pengalaman pelanggan juga memengaruhi hasil.

10. Marketplace Marketing

Bagi UMKM Indonesia, marketplace juga bisa menjadi bagian penting dari strategi digital marketing.

Penjual dapat melakukan berbagai aktivitas seperti:

  • Mengoptimalkan judul produk.
  • Menggunakan foto yang menarik.
  • Memberikan voucher.
  • Mengikuti campaign marketplace.
  • Menggunakan iklan produk.
  • Mendorong review pelanggan.

Misalnya, penjual fashion tidak hanya mengunggah produknya ke marketplace. Ia juga perlu memastikan foto produk jelas, deskripsi lengkap, harga kompetitif, serta review pelanggan terkelola dengan baik.

Contoh Digital Marketing untuk UMKM

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah UMKM donat lokal di Serang ingin meningkatkan penjualan.

Pemilik bisnis tersebut tidak harus langsung menggunakan semua strategi digital marketing.

Ia bisa memulai dengan:

  1. Membuat Instagram dan TikTok.
  2. Mengunggah video proses pembuatan donat.
  3. Membuat konten edukasi dan hiburan.
  4. Mengoptimalkan profil bisnis di Google.
  5. Bekerja sama dengan food creator lokal.
  6. Menawarkan promo melalui marketplace.
  7. Mengukur penjualan sebelum dan setelah campaign.

Dari sini terlihat bahwa digital marketing sebenarnya merupakan sebuah proses. Ada tahap mengenali target, memilih channel, membuat strategi, menjalankan campaign, dan mengukur hasil.

Bagaimana Memilih Strategi Digital Marketing yang Tepat?

Tidak semua bisnis membutuhkan semua strategi.

Sebelum memilih channel, coba jawab beberapa pertanyaan berikut:

1. Siapa Target Konsumen?

Kenali usia, lokasi, kebutuhan, kebiasaan, dan platform yang sering mereka gunakan.

2. Apa Tujuannya?

Tentukan apakah bisnis ingin meningkatkan:

  • Brand awareness.
  • Traffic.
  • Leads.
  • Penjualan.
  • Repeat order.

3. Channel Mana yang Paling Relevan?

Pilih platform berdasarkan perilaku target audience, bukan sekadar karena sedang populer.

4. Bagaimana Mengukur Hasilnya?

Gunakan metrik yang sesuai dengan tujuan. Jangan hanya melihat jumlah followers atau likes.

American Marketing Association juga menyoroti bahwa digital marketing memberikan peluang bagi bisnis untuk menggunakan data dan analitik dalam memantau performa serta membuat keputusan yang lebih berbasis data.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Digital Marketing

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan bisnis pemula.

Pertama, mengejar followers tanpa tujuan. Jumlah followers besar tidak otomatis berarti penjualan tinggi.

Kedua, menggunakan terlalu banyak platform. Lebih baik mengelola dua atau tiga channel dengan konsisten daripada memiliki banyak akun tetapi tidak aktif.

Ketiga, terlalu sering hard selling. Audiens tidak selalu ingin melihat promo. Konten edukasi, hiburan, dan storytelling juga penting.

Keempat, tidak mengukur hasil. Tanpa data, bisnis akan kesulitan mengetahui strategi mana yang sebenarnya bekerja.

Kesimpulan Contoh Digital Marketing

Contoh digital marketing ternyata jauh lebih beragam daripada sekadar posting di media sosial. SEO, PPC, social media marketing, content marketing, email marketing, influencer marketing, affiliate marketing, video marketing, online advertising, dan marketplace marketing adalah beberapa strategi yang bisa digunakan.

Namun, tidak ada satu strategi yang otomatis cocok untuk semua bisnis. Kuncinya adalah memahami siapa target konsumen, apa tujuan bisnis, channel mana yang relevan, serta bagaimana hasilnya diukur.

Website resmi: https://www.ama.org/what-is-digital-marketing/?utm_source=

Menurut saya, bisnis kecil tidak perlu terburu-buru mencoba semuanya. Lebih baik memilih satu atau dua strategi yang benar-benar sesuai, menjalankannya secara konsisten, lalu mengambil keputusan berdasarkan data.

Kalau kamu sedang membangun UMKM atau bisnis online, mulai dari strategi yang paling dekat dengan calon pelangganmu. Setelah memahami hasilnya, barulah kembangkan ke channel digital lainnya.

Riyen Riyen
DITULIS OLEH

Riyen Riyen

Content Strategist & SEO Specialist di Thesky ID. Menulis seputar strategi optimasi mesin pencari, analitik konten, dan pertumbuhan visibilitas organik bisnis.

KONSULTASI GRATIS

Siap Melejitkan Trafik & Penjualan Bisnis Anda dengan SEO?

Diskusikan audit website, strategi ranking kata kunci, dan optimasi konten bersama tim Thesky ID.

🛍️ OFFICIAL PRODUCTS & SERVICES

Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan

Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.

PRODUK UTAMA #1 PLUGIN WORDPRESS & AI Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
★ 5.0 • 1.4k+ website aktif

Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin

Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!

Rp 249.000 Rp 799.000
Download & Beli Sekarang 🚀
Best Seller WEB APP & TOOL AI Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
★ 4.9 • 180+ Pengguna Aktif

Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates

Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.

Rp 199.000 Rp 499.000
Mulai Pakai ↗
Best Value TEMPLATE & PLAYBOOK Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
★ 4.9 • 310+ Download

Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook

Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.

Rp 149.000 Rp 399.000
Dapatkan Template ↗

💡 Butuh solusi kustom atau konsultasi khusus untuk bisnis Anda? Tim ahli Thesky siap membantu menganalisis strategi yang tepat.

Konsultasi via WhatsApp

Written by

Categories

Related Post

Scroll to Top