Contoh marketing sebenarnya bisa ditemukan dalam berbagai aktivitas bisnis sehari-hari. Mulai dari video promosi di TikTok, diskon di marketplace, email penawaran, hingga program loyalitas pelanggan, semuanya merupakan bagian dari aktivitas pemasaran.

Namun, marketing bukan sekadar membuat iklan atau menawarkan produk. Marketing dimulai dari memahami siapa target konsumen, apa kebutuhannya, bagaimana produk dapat memberikan nilai, hingga menentukan cara yang tepat untuk menyampaikan penawaran tersebut.
Bagi UMKM dan bisnis online, memahami berbagai contoh marketing dapat membantu menentukan strategi yang sesuai dengan tujuan dan kondisi bisnis.
Marketing Adalah Apa?
Marketing adalah serangkaian aktivitas yang dilakukan bisnis untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan memberikan nilai kepada pelanggan. American Marketing Association (AMA) mendefinisikan marketing sebagai aktivitas, serangkaian institusi, dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan mempertukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, klien, mitra, dan masyarakat secara luas.
Karena itu, marketing memiliki cakupan yang lebih luas dibandingkan promosi.
Promosi merupakan salah satu bagian dari marketing. Sementara itu, marketing juga mencakup pemahaman pasar, penentuan target konsumen, pengembangan produk, harga, distribusi, komunikasi, hingga evaluasi hasil.
10 Contoh Marketing yang Bisa Diterapkan Bisnis
Ada banyak strategi pemasaran yang dapat digunakan. Berikut beberapa contoh yang umum digunakan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
1. Social Media Marketing
Social media marketing adalah aktivitas pemasaran melalui platform media sosial seperti Instagram, TikTok, YouTube, atau Facebook.
Misalnya, sebuah UMKM makanan membuat video singkat mengenai proses pembuatan produknya. Konten tersebut kemudian dipublikasikan secara rutin untuk meningkatkan awareness sekaligus memperkenalkan produk kepada calon pelanggan.
Konten tidak harus selalu berupa promosi. Bisnis dapat membuat tutorial, tips, hiburan, behind the scenes, atau menjawab pertanyaan pelanggan.
2. Content Marketing
Content marketing berfokus pada pembuatan dan distribusi konten yang relevan bagi target audiens.
Contohnya, bisnis skincare membuat artikel berjudul “Cara Memilih Skincare untuk Kulit Berminyak”. Di dalam artikel tersebut, bisnis memberikan informasi yang berguna sekaligus memperkenalkan produk yang sesuai.
Pendekatan ini berbeda dengan hard selling karena bisnis memberikan informasi terlebih dahulu sebelum mengarahkan konsumen pada produk.
3. Influencer atau KOL Marketing
Influencer marketing dilakukan dengan bekerja sama dengan content creator yang memiliki audiens tertentu.
Misalnya, sebuah brand makanan ringan bekerja sama dengan micro-influencer lokal untuk membuat video review produk.
Yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah followers. Relevansi audiens, kualitas konten, kredibilitas creator, dan tingkat interaksi juga perlu dipertimbangkan.
4. Email Marketing
Email marketing menggunakan email sebagai media komunikasi dengan pelanggan atau calon pelanggan.
Contohnya:
- Newsletter.
- Informasi produk baru.
- Promo khusus pelanggan.
- Welcome email.
- Pengingat keranjang belanja.
- Rekomendasi produk.
Sebuah toko online, misalnya, dapat mengirimkan informasi produk baru kepada pelanggan yang sebelumnya pernah membeli kategori produk serupa.
5. Search Engine Marketing
Search engine marketing memanfaatkan mesin pencari untuk menjangkau orang yang sedang mencari produk atau layanan tertentu.
Salah satu bentuknya adalah iklan pencarian melalui Google Ads.
Sebagai contoh, bisnis laundry dapat menargetkan pencarian yang berkaitan dengan layanan laundry di wilayah tertentu. Ketika seseorang melakukan pencarian yang relevan, iklan bisnis dapat muncul sesuai pengaturan campaign.
Strategi ini dapat membantu bisnis menjangkau calon pelanggan yang sudah menunjukkan minat terhadap kategori produk atau layanan tertentu.
6. Search Engine Optimization (SEO)
SEO bertujuan meningkatkan kemungkinan sebuah website muncul pada hasil pencarian organik mesin pencari.
Contohnya, bisnis properti dapat membuat artikel “Cara Memilih Rumah untuk Keluarga Muda”. Artikel tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan informasi calon pembeli dan dioptimalkan untuk mesin pencari.
SEO biasanya membutuhkan waktu dan konsistensi. Namun, konten yang tetap relevan dapat terus mendatangkan pengunjung tanpa harus membayar setiap kali seseorang membuka halaman tersebut.
7. Discount dan Promotional Marketing
Diskon merupakan contoh marketing yang paling mudah ditemukan.
Bentuknya bisa berupa:
- Potongan harga.
- Voucher.
- Cashback.
- Buy 1 Get 1.
- Free shipping.
- Paket bundling.
Contohnya, kedai kopi menawarkan paket “2 minuman + 1 makanan ringan” dengan harga khusus.
Meski terlihat sederhana, promosi tetap perlu dihitung dengan baik. Diskon yang terlalu sering dapat memengaruhi margin atau membuat pelanggan terbiasa menunggu promo.
8. Referral Marketing
Referral marketing memanfaatkan pelanggan yang sudah ada untuk mendapatkan pelanggan baru.
Contohnya:
“Ajak teman berbelanja dan dapatkan voucher.”
Strategi ini dapat digunakan oleh berbagai jenis bisnis, mulai dari aplikasi, layanan berlangganan, hingga UMKM.
Kunci referral bukan hanya memberikan hadiah, tetapi membuat pelanggan memiliki alasan yang cukup untuk merekomendasikan produk kepada orang lain.
9. Loyalty Marketing
Loyalty marketing bertujuan mendorong pelanggan melakukan pembelian kembali.
Contohnya adalah:
- Program poin.
- Membership.
- Voucher pelanggan lama.
- Reward.
- Promo khusus member.
Misalnya, kedai kopi memberikan satu poin setiap pembelian. Setelah mencapai jumlah tertentu, pelanggan mendapatkan minuman gratis.
Bagi bisnis dengan banyak pelanggan berulang, strategi seperti ini dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
10. Event dan Experiential Marketing
Event marketing melibatkan aktivitas pemasaran melalui acara atau pengalaman langsung.
Contohnya:
- Bazaar.
- Pop-up booth.
- Workshop.
- Product sampling.
- Event komunitas.
- Pameran.
Misalnya, brand makanan lokal membuka booth di acara kampus. Selain menjual produk, brand tersebut dapat memberikan sampel dan meminta feedback dari pengunjung.
Interaksi langsung seperti ini dapat membantu bisnis memahami respons konsumen sekaligus memperkenalkan produk.
Contoh Marketing Berdasarkan Jenis Bisnis
Strategi marketing tidak harus sama untuk setiap bisnis.
| Jenis Bisnis | Contoh Marketing |
|---|---|
| UMKM makanan | TikTok, bundling, sampling |
| Fashion | Instagram, influencer, live shopping |
| Skincare | Content marketing, KOL, review |
| Jasa laundry | SEO, Google Ads, referral |
| Properti | Website, social media, event |
| Kedai kopi | Loyalty program, promo, komunitas |
| Toko online | Email, voucher, referral |
Dari contoh tersebut terlihat bahwa strategi marketing sebaiknya disesuaikan dengan karakter bisnis dan target konsumennya.
Bagaimana Memilih Strategi Marketing yang Tepat?
Tidak ada satu strategi marketing yang otomatis cocok untuk semua bisnis.
Sebelum memilih strategi, tanyakan beberapa hal:
Siapa target konsumennya?
Pahami usia, kebutuhan, kebiasaan, masalah, dan platform yang sering digunakan.
Apa tujuan marketingnya?
Tujuannya bisa berupa meningkatkan awareness, mendapatkan leads, meningkatkan transaksi, atau mendorong repeat order.
Berapa anggaran yang tersedia?
UMKM dengan anggaran terbatas dapat memulai dari konten organik, komunitas, referral, atau optimasi pelanggan lama.
Bagaimana hasilnya akan diukur?
Gunakan KPI yang relevan seperti reach, engagement, traffic, leads, conversion, atau repeat purchase.
Contoh Marketing untuk UMKM dari Nol
Bayangkan sebuah UMKM donat baru ingin memperkenalkan produknya di lingkungan sekitar.
Pada minggu pertama, pemilik membuat akun Instagram dan TikTok. Minggu berikutnya, ia membuat konten mengenai proses produksi, varian rasa, dan cara penyajian.
Setelah mulai mendapatkan audiens, UMKM tersebut bekerja sama dengan micro-influencer lokal. Kemudian, mereka membuat promo bundling untuk mendorong pembelian pertama.
Setelah beberapa minggu, pemilik mengevaluasi konten mana yang paling banyak menghasilkan interaksi dan produk mana yang paling banyak diminati.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa marketing tidak harus langsung menggunakan banyak channel. Strategi dapat dimulai secara sederhana, kemudian dikembangkan berdasarkan respons pasar.
Kesalahan Marketing yang Perlu Dihindari
Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:
- Tidak memahami target pasar.
- Menggunakan terlalu banyak platform tanpa strategi.
- Terlalu sering melakukan hard selling.
- Mengikuti tren tanpa mempertimbangkan brand.
- Tidak mengukur hasil campaign.
- Mengandalkan diskon sebagai satu-satunya strategi.
- Tidak mengevaluasi perilaku pelanggan.
Menurut saya, salah satu kesalahan terbesar adalah menganggap marketing = jualan. Padahal, penjualan hanyalah salah satu hasil yang ingin dicapai. Marketing yang baik juga berusaha memahami konsumen dan menciptakan alasan bagi mereka untuk memperhatikan sebuah brand.
Kesimpulan Contoh marketing
Contoh marketing sangat beragam, mulai dari social media marketing, content marketing, influencer marketing, email marketing, SEO, hingga loyalty program.
Website resmi: Contoh marketing
Tidak perlu menjalankan semuanya sekaligus. Untuk UMKM dan bisnis pemula, lebih baik memilih strategi berdasarkan target konsumen, tujuan bisnis, anggaran, dan kemampuan tim.
Yang tidak kalah penting, setiap strategi perlu diukur. Dengan melihat data dan respons pelanggan, bisnis dapat mengetahui aktivitas mana yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dihentikan.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.