Market analysis menjadi salah satu langkah penting sebelum bisnis meluncurkan produk, menentukan harga, atau masuk ke pasar baru. Sederhananya, bisnis perlu tahu terlebih dahulu siapa calon konsumennya, seberapa besar kebutuhannya, siapa kompetitornya, dan kondisi pasar seperti apa yang sedang dihadapi.

Bayangkan ada seseorang yang ingin membuka usaha makanan di dekat kampus. Ia mungkin melihat banyak mahasiswa lalu menyimpulkan bahwa produknya pasti laku. Padahal, setelah diamati, ternyata sudah ada banyak penjual dengan produk serupa, harga yang lebih murah, dan layanan pesan antar yang lebih cepat.
Di sinilah market analysis menjadi penting. Analisis pasar membantu bisnis membuat keputusan berdasarkan informasi, bukan sekadar asumsi. U.S. Small Business Administration (SBA) menyarankan bisnis memperhatikan faktor seperti permintaan, ukuran pasar, kondisi ekonomi, lokasi, tingkat persaingan, dan harga alternatif ketika memahami pasar.
Apa Itu Market Analysis?
Market analysis adalah proses menganalisis kondisi pasar untuk memahami peluang, konsumen, kompetitor, tren, dan berbagai faktor yang dapat memengaruhi bisnis.
Analisis ini dapat digunakan sebelum bisnis diluncurkan maupun ketika bisnis sudah berjalan. Misalnya, pemilik usaha ingin mengetahui apakah perlu menaikkan harga, membuka cabang baru, meluncurkan produk baru, atau mengubah target konsumennya.
Market analysis juga berkaitan erat dengan market research. Namun, keduanya tidak sepenuhnya sama.
Market Analysis vs Market Research
Market research lebih berfokus pada proses mengumpulkan informasi mengenai konsumen, pasar, dan kebutuhan tertentu. Data tersebut dapat diperoleh melalui survei, wawancara, observasi, maupun sumber sekunder.
Sementara itu, market analysis menggunakan informasi tersebut untuk memahami kondisi pasar dan membantu menentukan keputusan bisnis.
Qualtrics menjelaskan bahwa primary research merupakan data yang dikumpulkan secara langsung, misalnya melalui survei dan wawancara, sedangkan secondary research menggunakan data yang sudah tersedia dari sumber lain seperti jurnal, statistik pemerintah, atau laporan industri.
Jadi, sederhananya: market research membantu mengumpulkan informasi, sedangkan market analysis membantu memahami dan menggunakan informasi tersebut.
Mengapa Market Analysis Penting untuk Bisnis?
Market analysis bukan sekadar aktivitas yang dilakukan perusahaan besar. UMKM pun dapat menggunakannya dalam bentuk yang sederhana.
Beberapa manfaatnya antara lain:
- Memahami target konsumen.
- Mengetahui kebutuhan pasar.
- Mengidentifikasi kompetitor.
- Membandingkan harga.
- Menemukan peluang pasar.
- Mengantisipasi risiko.
- Membantu menentukan strategi pemasaran.
SBA juga menjelaskan bahwa market research dapat membantu bisnis memahami pelanggan sekaligus mengurangi risiko ketika mengembangkan ide bisnis.
Namun, perlu diingat bahwa market analysis tidak bisa menghilangkan risiko bisnis sepenuhnya. Data hanya membantu membuat keputusan menjadi lebih terinformasi.
Komponen Penting dalam Market Analysis
Ada beberapa aspek yang sebaiknya diperhatikan saat melakukan analisis pasar.
1. Target Market
Tentukan siapa calon konsumen yang ingin dituju. Pertimbangkan usia, lokasi, pekerjaan, pendapatan, kebutuhan, kebiasaan, dan perilaku pembelian.
Semakin spesifik target pasar, semakin mudah bisnis menentukan produk dan strategi komunikasinya.
2. Market Size
Market size menunjukkan seberapa besar pasar yang berpotensi dilayani.
Misalnya, sebuah bisnis makanan tidak cukup hanya mengetahui jumlah penduduk suatu kota. Bisnis juga perlu memperkirakan berapa orang yang sesuai dengan target pasar dan memiliki kebutuhan terhadap produk tersebut.
3. Market Demand
Pertanyaan sederhananya: apakah orang benar-benar membutuhkan produk tersebut?
Demand dapat dilihat melalui data penjualan, pencarian online, survei pelanggan, tren pembelian, maupun pengamatan terhadap kompetitor.
4. Competitor Analysis
Identifikasi kompetitor langsung dan tidak langsung. Perhatikan harga, produk, kualitas, lokasi, promosi, pelayanan, serta kelebihan dan kekurangannya.
SBA menyarankan competitive analysis untuk memahami kekuatan dan kelemahan kompetitor, market share, hambatan masuk, serta peluang untuk mendapatkan competitive advantage.
5. Market Trends
Pasar terus berubah. Perubahan teknologi, kebiasaan konsumen, ekonomi, hingga tren media sosial dapat memengaruhi permintaan.
Karena itu, market analysis sebaiknya tidak hanya dilakukan sekali lalu dilupakan.
7 Langkah Melakukan Market Analysis
1. Tentukan Tujuan Analisis
Pertama, tentukan keputusan apa yang ingin dibuat.
Apakah ingin membuka bisnis baru? Menentukan harga? Meluncurkan produk? Atau masuk ke wilayah baru?
Tujuan yang jelas membuat proses pengumpulan data menjadi lebih terarah.
2. Tentukan Target Market
Buat gambaran pelanggan yang ingin dilayani. Jangan berhenti pada kategori seperti βanak mudaβ. Coba buat lebih spesifik, misalnya mahasiswa usia 18β24 tahun yang mencari makanan ringan dengan harga terjangkau.
3. Kumpulkan Data
Gunakan kombinasi data primer dan sekunder.
Data primer dapat berasal dari:
- Survei.
- Wawancara.
- Observasi.
- Focus group.
- Feedback pelanggan.
Sedangkan data sekunder dapat berasal dari:
- Statistik pemerintah.
- Laporan industri.
- Jurnal.
- Data internal perusahaan.
- Website.
- Review pelanggan.
Menggabungkan kedua jenis data dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap. Qualtrics juga menjelaskan bahwa secondary research sering digunakan sebagai titik awal sebelum melakukan primary research yang lebih spesifik.
4. Analisis Kompetitor
Buat perbandingan sederhana:
| Aspek | Bisnis Kita | Kompetitor A | Kompetitor B |
|---|---|---|---|
| Harga | Rp15.000 | Rp17.000 | Rp20.000 |
| Produk | A | A + B | A + C |
| Promosi | Media sosial | Marketplace | Influencer |
| Lokasi | Dekat kampus | Pusat kota | Dekat perumahan |
Dari tabel tersebut, bisnis dapat melihat posisi yang mungkin dikembangkan.
5. Identifikasi Tren dan Peluang
Cari perubahan yang dapat menciptakan peluang.
Contohnya, konsumen mulai lebih sering membeli melalui aplikasi delivery. Bagi UMKM makanan, kondisi tersebut dapat menjadi alasan untuk memperkuat channel online.
6. Evaluasi Risiko
Tidak semua peluang harus langsung diambil.
Pertimbangkan persaingan, harga bahan baku, daya beli konsumen, perubahan tren, regulasi, dan ketergantungan pada platform tertentu.
7. Ubah Data Menjadi Strategi
Ini bagian yang sering dilupakan.
Market analysis tidak berhenti pada laporan yang penuh angka. Hasil analisis harus menghasilkan keputusan.
Misalnya, data menunjukkan pelanggan menginginkan harga terjangkau, sedangkan kompetitor lebih banyak bermain di segmen premium. Bisnis dapat mempertimbangkan positioning value for money dengan tetap menjaga kualitas produk.
Contoh Market Analysis untuk UMKM
Misalnya seseorang ingin membuka usaha donat kentang di sekitar Serang.
Ia dapat melakukan analisis sederhana dengan melihat beberapa aspek:
Target pasar: pelajar, mahasiswa, keluarga, dan pekerja.
Kompetitor: toko donat, bakery, penjual jajanan, serta usaha donat rumahan.
Harga: membandingkan harga per buah dan paket.
Lokasi: melihat kepadatan sekolah, kampus, perumahan, dan area perkantoran.
Channel penjualan: toko offline, WhatsApp, Instagram, marketplace makanan, dan layanan pesan antar.
Peluang: menawarkan produk dengan harga terjangkau, pilihan topping, serta paket khusus untuk pembelian dalam jumlah banyak.
Contoh tersebut hanyalah ilustrasi. Sebelum benar-benar membuka usaha, pemilik tetap perlu mengumpulkan data aktual dari calon pelanggan dan kondisi kompetitor di lokasi yang dituju.
Tools yang Bisa Digunakan untuk Market Analysis
Tidak selalu membutuhkan software mahal. Pemula dapat memanfaatkan:
- Google Trends untuk melihat tren pencarian.
- Google Keyword Planner untuk memahami keyword dan perkiraan volume pencarian.
- Google Search untuk mengamati kompetitor.
- Social media analytics untuk melihat performa konten.
- Marketplace untuk membandingkan harga dan review.
- Survei online untuk mendapatkan pendapat calon pelanggan.
- Data pemerintah dan laporan industri untuk data sekunder.
Yang perlu diingat, tools hanya menyediakan data. Insight tetap membutuhkan kemampuan manusia untuk memahami konteksnya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Market Analysis
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari adalah:
- Mengandalkan asumsi pribadi.
- Hanya melihat satu kompetitor.
- Menggunakan data yang sudah terlalu lama.
- Menganggap jumlah followers sebagai ukuran pasar.
- Menggunakan responden survei yang tidak sesuai target.
- Mengumpulkan banyak data tetapi tidak menghasilkan keputusan.
- Menganggap hasil analisis sebagai jaminan bisnis akan berhasil.
Market analysis yang baik justru membantu bisnis mengetahui apa yang belum diketahui dan pertanyaan apa yang masih perlu dijawab melalui penelitian tambahan.
Kesimpulan Market analysis
Market analysis membantu bisnis memahami pasar sebelum mengambil keputusan penting. Dengan menganalisis target konsumen, market size, demand, kompetitor, harga, dan tren, bisnis dapat menyusun strategi berdasarkan informasi yang lebih kuat.
Website resmi: Market analysis
Tidak perlu langsung membuat analisis yang rumit. Untuk UMKM, proses sederhana seperti mengamati kompetitor, melakukan survei kepada calon pelanggan, membandingkan harga, dan melihat tren pencarian sudah dapat menjadi langkah awal.
Pada akhirnya, tujuan market analysis bukan membuat laporan yang terlihat profesional, tetapi membantu bisnis mengambil keputusan yang lebih masuk akal berdasarkan kondisi pasar yang sebenarnya.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.