Pernah melihat bisnis yang produknya bagus, tetapi promosi yang dilakukan terasa tidak nyambung dengan calon pelanggan? Bisa jadi masalahnya bukan pada produknya, melainkan bisnis tersebut belum memahami siapa yang sebenarnya ingin dituju.

Di sinilah market segmentation menjadi penting. Daripada menganggap semua orang sebagai calon pelanggan, bisnis dapat membagi pasar ke dalam beberapa kelompok berdasarkan karakteristik, kebutuhan, atau perilaku tertentu.
Dengan begitu, strategi marketing bisa dibuat lebih relevan. Bagi UMKM dengan budget terbatas, pendekatan seperti ini juga membantu agar tenaga dan biaya promosi tidak digunakan secara sembarangan.
Lantas, market segmentation adalah apa dan bagaimana cara menerapkannya dalam bisnis?
Apa Itu Market Segmentation?
Market segmentation adalah proses membagi pasar yang luas menjadi kelompok konsumen yang memiliki karakteristik, kebutuhan, atau perilaku yang relatif serupa.
Menurut OpenStax dalam Principles of Marketing, market segmentation merupakan proses membagi pasar menjadi kelompok konsumen yang lebih kecil dan lebih spesifik, yang memiliki kebutuhan tertentu serta diperkirakan memberikan respons yang serupa terhadap aktivitas pemasaran.
Sederhananya, bayangkan sebuah toko pakaian yang memiliki ribuan calon pelanggan. Tidak semua orang membutuhkan model pakaian, ukuran, harga, atau gaya yang sama.
Daripada membuat satu pesan promosi untuk semua orang, pemilik toko dapat mengelompokkan konsumen berdasarkan karakteristik tertentu. Dari kelompok tersebut, bisnis kemudian dapat menentukan siapa yang paling ingin dilayani.
Jadi, segmentasi pasar bukan sekadar membagi pelanggan, tetapi mencari pola yang membantu bisnis memahami siapa konsumennya dan apa yang mereka butuhkan.
Mengapa Market Segmentation Penting?
Setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, strategi marketing yang sama belum tentu relevan untuk semua orang.
Market segmentation membantu bisnis untuk:
- Memahami karakteristik pelanggan dengan lebih jelas.
- Menentukan target pasar.
- Membuat pesan promosi yang lebih relevan.
- Mengembangkan produk sesuai kebutuhan konsumen.
- Mengalokasikan budget marketing dengan lebih terarah.
- Menentukan channel pemasaran yang sesuai.
- Menemukan peluang pasar baru.
OpenStax juga menjelaskan bahwa segmentasi dapat membantu perusahaan memusatkan sumber daya pada kelompok pelanggan yang lebih relevan serta mendukung pengembangan produk dan loyalitas pelanggan.
Menurut saya, inilah alasan segmentasi sangat penting bagi UMKM. Bisnis kecil biasanya tidak memiliki budget sebesar perusahaan besar. Jadi, mencoba menjangkau semua orang justru bisa membuat biaya marketing cepat habis tanpa hasil yang jelas.
4 Jenis Market Segmentation
Secara umum, terdapat empat pendekatan utama dalam melakukan segmentasi pasar, yaitu demografis, geografis, psikografis, dan behavioral.
1. Demographic Segmentation
Demographic segmentation membagi konsumen berdasarkan karakteristik demografis.
Contohnya:
- Usia.
- Jenis kelamin.
- Pendapatan.
- Pendidikan.
- Pekerjaan.
- Status keluarga.
Misalnya, sebuah brand skincare menawarkan produk khusus remaja. Segmentasinya dapat menggunakan kelompok usia sebagai salah satu dasar.
Namun, usia saja belum tentu cukup. Dua orang dengan usia sama dapat mempunyai kebutuhan, daya beli, dan kebiasaan belanja yang berbeda.
2. Geographic Segmentation
Geographic segmentation dilakukan berdasarkan lokasi konsumen.
Segmentasi ini dapat mempertimbangkan:
- Negara.
- Provinsi.
- Kota.
- Wilayah.
- Kepadatan penduduk.
- Kondisi atau karakteristik geografis tertentu.
Contohnya, bisnis makanan yang berada di sekitar kampus dapat memfokuskan layanan delivery pada area yang memiliki banyak mahasiswa.
Bisnis juga dapat menyesuaikan produk dengan karakteristik daerah. OpenStax memberikan contoh bahwa perusahaan dapat menggunakan lokasi dan karakteristik budaya tertentu sebagai dasar segmentasi geografis.
3. Psychographic Segmentation
Kalau segmentasi demografis menjawab “siapa mereka?”, segmentasi psikografis mencoba memahami “mengapa mereka tertarik?”
Psychographic segmentation dapat melihat:
- Gaya hidup.
- Minat.
- Nilai.
- Kepribadian.
- Preferensi.
- Sikap.
Contohnya, sebuah brand fashion menyasar konsumen yang menyukai gaya minimalis dan memperhatikan isu keberlanjutan.
Menariknya, konsumen dari usia atau tingkat pendapatan yang berbeda dapat masuk ke segmen psikografis yang sama karena memiliki gaya hidup atau nilai yang serupa.
4. Behavioral Segmentation
Behavioral segmentation mengelompokkan konsumen berdasarkan perilaku mereka terhadap produk atau brand.
Contohnya:
- Frekuensi pembelian.
- Riwayat transaksi.
- Tingkat penggunaan produk.
- Respons terhadap promo.
- Loyalitas pelanggan.
- Manfaat yang dicari.
Misalnya, sebuah toko online memiliki pelanggan baru, pelanggan yang rutin membeli setiap bulan, dan pelanggan yang sudah lama tidak bertransaksi.
Ketiga kelompok tersebut dapat diberikan pendekatan berbeda.
Pelanggan baru mungkin membutuhkan voucher pembelian pertama, sedangkan pelanggan lama dapat diberikan program loyalitas.
Contoh Market Segmentation pada UMKM
Agar lebih mudah dipahami, mari gunakan contoh sederhana.
Bayangkan ada UMKM yang menjual donat kentang di sekitar kawasan kampus.
Pemilik bisnis melakukan pengamatan dan menemukan beberapa kelompok calon pelanggan:
| Dasar Segmentasi | Contoh |
|---|---|
| Demografis | Pelajar dan mahasiswa |
| Geografis | Area sekitar kampus |
| Psikografis | Menyukai camilan praktis dan terjangkau |
| Behavioral | Sering membeli makanan ringan |
Dari data tersebut, pemilik bisnis dapat menentukan kelompok yang ingin diprioritaskan.
Misalnya, mahasiswa yang berada dalam radius pengantaran tertentu dan sering membeli camilan pada sore hari.
Promosinya pun bisa disesuaikan. Alih-alih membuat pesan umum seperti “Beli donat kami sekarang!”, bisnis dapat menawarkan paket camilan untuk mahasiswa dengan harga tertentu dan layanan delivery di sekitar kampus.
Contoh ini menunjukkan bahwa segmentasi dapat memengaruhi bukan hanya iklan, tetapi juga produk, harga, promosi, dan distribusi.
Market Segmentation vs Target Market
Kedua istilah ini sering dianggap sama, padahal berbeda.
Market segmentation adalah proses membagi pasar menjadi beberapa kelompok.
Sementara itu, target market adalah kelompok yang kemudian dipilih untuk menjadi fokus pemasaran.
Urutannya dapat digambarkan sebagai:
Segmentation → Targeting → Positioning
OpenStax menjelaskan bahwa tujuan segmentasi adalah membantu perusahaan melihat perbedaan antar kelompok pelanggan sehingga perusahaan dapat menentukan kelompok mana yang akan menjadi fokus sumber daya pemasaran.
Jadi, bisnis tidak harus melayani seluruh segmen yang ditemukan.
Bagaimana Cara Melakukan Market Segmentation?
Untuk bisnis kecil, prosesnya tidak harus rumit. Kamu bisa mulai dengan langkah berikut.
1. Tentukan Tujuan Bisnis
Tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Misalnya:
- Mendapatkan pelanggan baru.
- Meningkatkan repeat order.
- Meluncurkan produk baru.
- Memasuki wilayah baru.
2. Kumpulkan Data Pelanggan
Gunakan data yang tersedia, seperti:
- Riwayat pembelian.
- Customer database.
- Review pelanggan.
- Social media insights.
- Website analytics.
- Survey sederhana.
- Wawancara pelanggan.
3. Kelompokkan Pelanggan
Gunakan kombinasi segmentasi demografis, geografis, psikografis, dan behavioral.
Jangan hanya mengandalkan satu variabel jika kebutuhan bisnis membutuhkan gambaran yang lebih lengkap.
4. Cari Perbedaan Antarsegmen
Pertanyaannya bukan hanya “siapa pelanggan saya?”, tetapi juga:
“Apa yang membuat kelompok pelanggan ini berbeda dari kelompok lainnya?”
Misalnya, apakah mereka memiliki kebutuhan berbeda? Apakah mereka menggunakan produk dengan cara berbeda? Apakah alasan mereka membeli juga berbeda?
5. Tentukan Segmen yang Relevan
Tidak semua segmen harus dikejar.
OpenStax menyebut beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam segmentasi efektif, termasuk apakah segmen tersebut dapat dijangkau, dibedakan, diukur, ditindaklanjuti, dan cukup berarti bagi bisnis.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Ada beberapa kesalahan yang cukup umum dalam melakukan market segmentation.
Pertama, target terlalu luas. Bisnis ingin menjual kepada semua orang sehingga pesan marketing menjadi terlalu umum.
Kedua, hanya menggunakan data demografis. Mengetahui pelanggan berusia 18–24 tahun belum menjelaskan mengapa mereka membeli produk.
Ketiga, membuat terlalu banyak segmen. Segmentasi seharusnya membantu pengambilan keputusan, bukan justru membuat bisnis semakin bingung.
Keempat, tidak melakukan evaluasi. Perilaku pelanggan dapat berubah sehingga segmentasi juga perlu ditinjau secara berkala.
Kesimpulan Market segmentation
Market segmentation adalah proses membagi pasar menjadi kelompok konsumen berdasarkan karakteristik, kebutuhan, atau perilaku yang memiliki kesamaan.
Website resmi: Market segmentation adalah
Empat jenis yang paling umum adalah demographic, geographic, psychographic, dan behavioral segmentation. Masing-masing memberikan sudut pandang berbeda untuk memahami pelanggan.
Bagi UMKM dan pemilik bisnis online, segmentasi tidak harus dimulai dengan data yang rumit. Kamu bisa mulai dari pelanggan yang sudah ada, melihat pola pembelian, memahami kebutuhan mereka, lalu menentukan kelompok mana yang paling relevan dengan produk.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.