Marketing executive merupakan salah satu posisi penting dalam membantu perusahaan menjalankan strategi pemasaran. Pernah melihat lowongan pekerjaan dengan posisi Marketing Executive, tetapi masih bertanya-tanya, “Sebenarnya kerjaannya apa?” Posisi ini cukup sering muncul di berbagai perusahaan, mulai dari startup, perusahaan retail, agency, hingga bisnis skala besar.

Banyak orang mengira Marketing Executive hanya bertugas menjual produk. Padahal, pekerjaannya bisa jauh lebih luas. Seorang Marketing Executive dapat terlibat dalam riset pasar, menyusun campaign, menjalankan promosi, berkoordinasi dengan berbagai tim, hingga menganalisis hasil pemasaran.
Jadi, marketing executive adalah apa dan apa saja tugasnya? Mari kita bahas satu per satu.
Marketing Executive Adalah?
Marketing Executive adalah seseorang yang bertanggung jawab membantu merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi aktivitas pemasaran perusahaan untuk mencapai tujuan bisnis.
Dalam praktiknya, posisi ini dapat menjadi penghubung antara strategi marketing dan pelaksanaan di lapangan. Marketing Executive tidak hanya memikirkan bagaimana sebuah produk dipromosikan, tetapi juga perlu memahami siapa target konsumennya, media apa yang digunakan, dan bagaimana hasil campaign tersebut.
Misalnya, sebuah bisnis lokal ingin meluncurkan produk makanan baru. Marketing Executive dapat terlibat dalam menentukan target pasar, membuat konsep promosi, berkoordinasi dengan tim desain, menjalankan campaign di media sosial, hingga melihat hasil penjualan setelah promosi dilakukan.
Menurut konsep pemasaran yang dijelaskan Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam Marketing Management, aktivitas pemasaran perlu berorientasi pada pemahaman pelanggan dan penciptaan nilai. Karena itu, pekerjaan marketing bukan hanya soal membuat iklan, tetapi juga memahami kebutuhan pasar.
Apa Saja Tugas Marketing Executive?
Tugas Marketing Executive dapat berbeda tergantung perusahaan dan industri. Namun, secara umum ada beberapa pekerjaan yang sering dilakukan.
1. Menjalankan Strategi Marketing
Marketing Executive membantu menerapkan strategi pemasaran yang telah ditentukan perusahaan.
Kegiatannya dapat berupa:
- Membuat program promosi.
- Menjalankan campaign.
- Mengelola kegiatan branding.
- Mendukung event perusahaan.
- Mengembangkan aktivitas pemasaran digital.
Contohnya, ketika sebuah brand ingin meningkatkan penjualan selama Ramadan, Marketing Executive dapat membantu menyiapkan konsep campaign, menentukan media promosi, dan mengatur timeline pelaksanaannya.
2. Melakukan Riset Pasar
Sebelum membuat campaign, penting untuk mengetahui siapa yang ingin dituju.
Marketing Executive dapat melakukan riset mengenai:
- Kebutuhan konsumen.
- Tren pasar.
- Perilaku pelanggan.
- Harga kompetitor.
- Produk pesaing.
- Perubahan preferensi konsumen.
Untuk bisnis online, data dari marketplace, media sosial, website, dan hasil campaign sebelumnya juga dapat menjadi bahan evaluasi.
3. Membuat dan Mengelola Campaign
Marketing Executive dapat terlibat dari tahap perencanaan sampai evaluasi campaign.
Misalnya, sebuah UMKM ingin memperkenalkan varian produk baru. Marketing Executive dapat membantu menentukan pesan utama, membuat content plan, memilih channel promosi, mengatur jadwal publikasi, dan mengevaluasi respons konsumen.
Di sinilah kemampuan koordinasi sangat diperlukan karena campaign biasanya melibatkan beberapa orang sekaligus.
4. Mengelola Aktivitas Promosi
Promosi bisa dilakukan melalui berbagai saluran, seperti:
- Instagram.
- TikTok.
- Website.
- Marketplace.
- Email marketing.
- Iklan digital.
- Event.
- Kolaborasi dengan influencer atau creator.
Pemilihan channel sebaiknya tidak hanya mengikuti tren. Marketing Executive perlu mempertimbangkan di mana target konsumen benar-benar aktif.
5. Menganalisis Performa Marketing
Marketing Executive juga perlu melihat apakah aktivitas yang dilakukan menghasilkan sesuatu.
Beberapa metrik yang dapat digunakan antara lain:
- Reach.
- Engagement.
- Leads.
- Conversion.
- Penjualan.
- ROI atau ROAS untuk aktivitas yang relevan.
Misalnya, sebuah campaign mendapatkan ribuan likes, tetapi tidak menghasilkan peningkatan penjualan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa engagement saja belum cukup untuk menilai keberhasilan campaign.
Marketing yang terlihat ramai belum tentu marketing yang efektif.
6. Berkoordinasi dengan Tim
Pekerjaan marketing hampir selalu melibatkan banyak pihak.
Marketing Executive dapat berkoordinasi dengan:
- Sales.
- Content creator.
- Social media specialist.
- Graphic designer.
- Product team.
- Business development.
- Agency.
- Vendor.
Karena itu, kemampuan komunikasi dan manajemen pekerjaan sangat dibutuhkan.
7. Membuat Laporan dan Evaluasi
Setelah campaign selesai, hasilnya perlu dievaluasi.
Laporan dapat berisi:
- Aktivitas yang dilakukan.
- Budget.
- Hasil campaign.
- Pencapaian target.
- Data konsumen.
- Kendala.
- Rekomendasi untuk campaign berikutnya.
Evaluasi ini penting agar perusahaan tidak mengulang strategi yang sama tanpa mengetahui apakah strategi tersebut benar-benar efektif.
Skill yang Dibutuhkan Marketing Executive
Menjadi Marketing Executive membutuhkan kombinasi kemampuan kreatif dan analitis.
Komunikasi
Marketing Executive harus mampu menyampaikan ide kepada atasan, rekan kerja, vendor, maupun partner bisnis.
Analisis Data
Kemampuan membaca data membantu marketer memahami performa campaign dan mengambil keputusan berdasarkan informasi, bukan sekadar asumsi.
Kreativitas
Ide kreatif diperlukan untuk membuat komunikasi pemasaran yang relevan dengan target audience.
Project Management
Campaign memiliki deadline, budget, dan banyak pihak yang terlibat. Kemampuan mengatur semuanya menjadi nilai penting.
Digital Marketing
Pemahaman dasar mengenai SEO, social media marketing, content marketing, email marketing, dan paid advertising dapat menjadi keunggulan.
Apa Saja Kualifikasi Marketing Executive?
Kualifikasi dapat berbeda di setiap perusahaan. Beberapa lowongan mungkin mensyaratkan pendidikan D3 atau S1, sedangkan perusahaan lain dapat membuka kesempatan bagi lulusan SMA/SMK dengan pengalaman yang relevan.
Jurusan seperti Manajemen, Marketing, Komunikasi, atau bidang terkait dapat menjadi nilai tambah.
Selain pendidikan, perusahaan biasanya dapat mempertimbangkan:
- Kemampuan komunikasi.
- Kemampuan presentasi.
- Pengalaman organisasi atau internship.
- Kemampuan menggunakan Microsoft Office atau Google Workspace.
- Pengetahuan digital marketing.
- Kemampuan bekerja dalam tim.
- Orientasi terhadap target.
Bagi fresh graduate, portfolio bisa menjadi nilai tambah. Pengalaman mengelola media sosial organisasi kampus, membuat campaign sederhana, atau menjalankan proyek pemasaran dapat menunjukkan kemampuan praktis.
Berapa Gaji Marketing Executive?
Tidak ada satu angka gaji yang berlaku untuk semua Marketing Executive. Besarnya pendapatan dapat dipengaruhi oleh lokasi, industri, ukuran perusahaan, pengalaman, tanggung jawab, serta sistem kompensasi yang digunakan.
Beberapa perusahaan juga memiliki bonus atau insentif tertentu.
Karena itu, ketika melihat lowongan Marketing Executive, jangan hanya memperhatikan gaji pokok. Periksa juga job description, target, benefit, status pekerjaan, dan struktur insentif jika tersedia.
Untuk informasi nominal gaji, gunakan data terbaru dari sumber ketenagakerjaan atau lowongan aktual agar tidak memberikan gambaran yang menyesatkan.
Jenjang Karier Marketing Executive
Marketing Executive dapat menjadi salah satu tahap awal untuk membangun karier di bidang pemasaran.
Secara umum, jalur kariernya dapat berkembang menjadi:
Marketing Executive → Senior Marketing Executive → Marketing Supervisor → Marketing Manager → Head of Marketing
Namun, struktur tersebut bukan standar yang berlaku di semua perusahaan. Ada perusahaan yang menggunakan nama jabatan berbeda atau memiliki struktur organisasi yang lebih sederhana.
Pengalaman sebagai Marketing Executive dapat membantu seseorang mengembangkan kemampuan dalam campaign management, branding, market research, digital marketing, dan analisis performa.
Apakah Marketing Executive Cocok untuk Fresh Graduate?
Bisa. Terutama jika kamu senang berkomunikasi, tertarik dengan dunia bisnis, dan tidak keberatan belajar menghadapi target.
Fresh graduate tidak harus sudah menjadi ahli marketing. Namun, memiliki pengalaman yang relevan akan membantu.
Misalnya, kamu pernah mengelola Instagram organisasi kampus. Jangan hanya menuliskannya sebagai “admin media sosial”. Jelaskan kontribusinya: membuat content plan, meningkatkan engagement, membuat campaign acara, atau menganalisis performa konten.
Pengalaman sederhana seperti ini dapat menjadi portfolio ketika melamar pekerjaan.
Marketing Executive vs Marketing Staff, Apa Bedanya?
Kedua posisi ini sering dianggap sama, padahal tanggung jawabnya bisa berbeda tergantung struktur perusahaan.
| Aspek | Marketing Executive | Marketing Staff |
|---|---|---|
| Fokus | Pelaksanaan dan koordinasi aktivitas marketing | Mendukung aktivitas operasional |
| Tanggung jawab | Cenderung lebih luas | Biasanya lebih spesifik |
| Koordinasi | Dapat melibatkan berbagai pihak | Lebih banyak mendukung kebutuhan tim |
| Strategi | Dapat terlibat dalam perencanaan | Lebih banyak menjalankan arahan |
| Struktur jabatan | Berbeda tiap perusahaan | Berbeda tiap perusahaan |
Jangan menganggap kata “Executive” otomatis berarti posisi yang lebih tinggi. Struktur jabatan setiap perusahaan dapat berbeda.
Tantangan Menjadi Marketing Executive Adalah
Pekerjaan ini juga memiliki tantangan. Marketing Executive dapat menghadapi deadline campaign, target bisnis, perubahan tren, persaingan kompetitor, hingga permintaan revisi dari berbagai pihak.
Yang lebih penting, hasil marketing tidak selalu bisa diprediksi.
Sebuah campaign yang terlihat menarik belum tentu menghasilkan penjualan. Sebaliknya, campaign sederhana bisa saja menghasilkan respons yang lebih baik karena tepat sasaran.
Karena itu, seorang Marketing Executive perlu terbiasa menguji, mengukur, mengevaluasi, dan memperbaiki strategi.
Kesimpulan Marketing Executive
Marketing Executive adalah posisi yang berperan dalam menjalankan dan mendukung berbagai aktivitas pemasaran perusahaan, mulai dari riset pasar, campaign, promosi, koordinasi, hingga evaluasi hasil marketing.
Pekerjaan ini membutuhkan kombinasi kreativitas, komunikasi, kemampuan analisis, dan pemahaman terhadap strategi pemasaran.
Website resmi: https://www.ama.org/the-definition-of-marketing-what-is-marketing/?utm_source=
Bagi fresh graduate, pengalaman organisasi, internship, freelance, maupun portfolio campaign dapat menjadi modal untuk mulai masuk ke bidang ini.
Jika kamu tertarik menjadi Marketing Executive, jangan hanya fokus pada kemampuan membuat konten. Mulailah belajar memahami konsumen, membaca data, mengukur hasil campaign, dan menghubungkan aktivitas marketing dengan tujuan bisnis.
Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan
Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.
Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!
Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.
Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.