⚡

THESKY INSIGHTS

Tujuan Marketing: 7 Fungsi Penting dan Strategi Ampuh untuk Bisnis

Share

Banyak bisnis sudah aktif melakukan marketing. Ada yang rutin posting di Instagram, membuat video TikTok, memasang iklan, hingga memberikan promo kepada pelanggan. Namun, pertanyaannya: sebenarnya apa tujuan marketing dari semua aktivitas tersebut?

tujuan marketing

Marketing yang dilakukan tanpa tujuan yang jelas sering kali membuat bisnis hanya sibuk membuat konten atau menjalankan promosi tanpa tahu apakah hasilnya benar-benar memberikan dampak.

Padahal, marketing seharusnya memiliki arah. Tujuannya bisa berbeda-beda, mulai dari mengenalkan brand, mendapatkan pelanggan baru, meningkatkan penjualan, membangun hubungan dengan pelanggan, hingga memperluas pasar.

Apa Itu Tujuan Marketing?

Tujuan marketing adalah hasil yang ingin dicapai perusahaan melalui aktivitas pemasaran dalam periode tertentu. Tujuan tersebut menjadi dasar bagi perusahaan untuk menentukan strategi, channel, anggaran, serta indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan.

Menurut American Marketing Association (AMA), marketing mencakup aktivitas dan proses untuk menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan menukarkan penawaran yang memiliki nilai bagi pelanggan, mitra, dan masyarakat.

Artinya, marketing sebenarnya tidak hanya berbicara tentang iklan atau menjual produk. Marketing juga berkaitan dengan bagaimana bisnis memahami pelanggan dan memberikan nilai yang relevan kepada mereka.

Tujuan Marketing vs Marketing Objective

Keduanya sering dianggap sama, padahal ada perbedaan sederhana.

Marketing goal biasanya menggambarkan arah besar yang ingin dicapai. Sementara itu, marketing objective dibuat lebih konkret dan dapat diukur.

Contohnya:

Goal: meningkatkan brand awareness.

Objective: meningkatkan jangkauan konten Instagram sebesar 20% dalam tiga bulan.

Dengan objective yang lebih spesifik, tim marketing akan lebih mudah menentukan aktivitas dan mengukur hasilnya. HubSpot juga menjelaskan bahwa objective marketing sebaiknya dibuat konkret, terukur, realistis, relevan, dan memiliki batas waktu.

Mengapa Tujuan Marketing Penting?

Tanpa tujuan, aktivitas marketing bisa berjalan ke berbagai arah. Tim mungkin menghasilkan banyak konten, tetapi belum tentu konten tersebut mendukung kebutuhan bisnis.

Ada beberapa alasan mengapa tujuan marketing penting.

1. Memberikan Arah Strategi

Tujuan membantu perusahaan menentukan aktivitas mana yang perlu diprioritaskan.

Jika tujuannya meningkatkan awareness, strategi content marketing dan social media mungkin menjadi fokus. Jika tujuannya mendapatkan leads, landing page, SEO, email marketing, atau advertising bisa lebih relevan.

2. Membantu Menentukan Target

Tujuan membuat tim mengetahui hasil yang ingin dicapai.

Daripada hanya mengatakan “ingin mendapatkan lebih banyak pelanggan”, bisnis dapat menentukan target yang lebih jelas, misalnya mendapatkan sejumlah leads berkualitas dalam periode tertentu.

3. Memudahkan Pengukuran

Tujuan yang jelas memungkinkan perusahaan membandingkan hasil dengan target.

Dari sini, marketer dapat mengetahui apakah strategi perlu dilanjutkan, diperbaiki, atau diganti.

4. Membantu Menggunakan Budget

Marketing membutuhkan biaya. Dengan tujuan yang jelas, perusahaan dapat mempertimbangkan channel mana yang memang mendukung target.

5. Menghubungkan Marketing dengan Bisnis

Marketing seharusnya tidak berjalan sendiri. Tujuannya perlu berhubungan dengan kebutuhan bisnis secara keseluruhan. HubSpot juga menekankan bahwa tujuan marketing sebaiknya mendukung tujuan bisnis yang lebih besar.

7 Tujuan Marketing yang Umum

Setiap perusahaan dapat memiliki prioritas berbeda. Namun, beberapa tujuan berikut cukup umum digunakan dalam strategi marketing.

1. Meningkatkan Brand Awareness

Tujuan pertama adalah membuat lebih banyak orang mengenal brand.

Misalnya, sebuah brand skincare baru ingin memperkenalkan produknya kepada konsumen usia 18–30 tahun. Marketing dapat diarahkan pada konten edukasi, social media campaign, influencer marketing, atau advertising.

Indikatornya dapat berupa reach, impressions, branded search, atau tingkat pengenalan brand.

2. Mendapatkan Leads

Marketing juga dapat bertujuan mendapatkan calon pelanggan atau leads.

Contohnya, bisnis jasa membuat landing page yang menawarkan konsultasi gratis. Pengunjung yang mengisi formulir dapat menjadi leads yang kemudian ditindaklanjuti.

Dalam konteks ini, tujuan marketing bukan sekadar mendapatkan traffic, tetapi mendapatkan calon pelanggan yang relevan.

3. Mendapatkan Pelanggan Baru

Setelah mendapatkan awareness atau leads, bisnis tentu ingin mengubah sebagian calon pelanggan menjadi pelanggan.

Strateginya bisa berupa promosi, product demonstration, email marketing, retargeting, atau komunikasi langsung dengan calon pelanggan.

4. Meningkatkan Penjualan

Penjualan merupakan salah satu tujuan yang paling mudah dikaitkan dengan marketing. Namun, marketing tidak selalu menghasilkan penjualan secara langsung.

Campaign awareness, misalnya, mungkin bertujuan memperkenalkan brand terlebih dahulu. Sementara campaign dengan objective conversion dapat lebih dekat dengan transaksi.

Karena itu, marketer perlu mengetahui posisi pelanggan dalam customer journey sebelum menentukan strategi.

5. Meningkatkan Customer Engagement

Marketing juga bertujuan membangun interaksi dengan pelanggan.

Contohnya:

  • Meningkatkan komentar dan interaksi di media sosial.
  • Membangun komunitas.
  • Membuat konten interaktif.
  • Mengumpulkan feedback pelanggan.
  • Mendorong user-generated content.

Engagement memang bukan selalu tujuan akhir. Namun, interaksi yang relevan dapat membantu bisnis membangun hubungan dengan audiens.

6. Mempertahankan Pelanggan

Marketing tidak berhenti setelah seseorang melakukan pembelian.

Bisnis juga perlu mempertahankan pelanggan melalui komunikasi setelah pembelian, loyalty program, email marketing, penawaran khusus, atau konten yang memberikan manfaat.

Tujuannya adalah membangun hubungan jangka panjang sehingga pelanggan memiliki alasan untuk kembali.

7. Memperluas Pasar

Marketing dapat digunakan untuk menjangkau segmen atau wilayah baru.

Misalnya, sebuah UMKM kuliner awalnya hanya melayani pelanggan di satu kecamatan. Setelah bisnis berkembang, pemiliknya ingin menjangkau area lain melalui layanan delivery dan promosi digital.

Dalam kondisi seperti ini, tujuan marketing dapat diarahkan pada peningkatan awareness dan customer acquisition di wilayah baru.

HubSpot juga memasukkan brand awareness, lead generation, customer acquisition, website traffic, engagement, customer value, revenue, dan pertumbuhan market sebagai contoh tujuan marketing.

Contoh Tujuan Marketing untuk UMKM

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah UMKM menjual donat kentang dengan target utama mahasiswa dan keluarga di sekitar wilayah operasionalnya.

Pemilik bisnis tersebut tidak cukup hanya mengatakan:

“Saya ingin marketing-nya bagus.”

Tujuan tersebut terlalu umum.

Tujuan yang lebih jelas misalnya:

  • Meningkatkan awareness brand di wilayah sekitar.
  • Mendapatkan pelanggan baru melalui Instagram dan aplikasi delivery.
  • Meningkatkan repeat order dari pelanggan lama.
  • Meningkatkan jumlah pesanan selama periode promosi.
  • Membangun engagement melalui konten edukasi dan hiburan.

Jika tujuan sudah jelas, strategi bisa dibuat lebih terarah.

Misalnya, untuk meningkatkan awareness, bisnis dapat membuat konten Instagram dan TikTok. Untuk meningkatkan transaksi, bisnis dapat membuat promo khusus pada periode tertentu.

Angka dalam contoh tersebut sebaiknya disesuaikan dengan kondisi bisnis sebenarnya. Jangan menetapkan target hanya karena melihat bisnis lain mendapatkan hasil tertentu.

Cara Menentukan Tujuan Marketing dengan SMART

Salah satu cara yang bisa digunakan adalah konsep SMART.

SMART terdiri dari:

  • Specific – spesifik.
  • Measurable – dapat diukur.
  • Achievable – dapat dicapai.
  • Relevant – relevan dengan bisnis.
  • Time-bound – memiliki batas waktu.

Misalnya, tujuan:

“Meningkatkan followers Instagram.”

masih terlalu umum.

Tujuan tersebut dapat dibuat lebih jelas menjadi:

“Meningkatkan followers Instagram dari 5.000 menjadi 6.000 dalam tiga bulan melalui konten edukasi dan campaign organik.”

Sekarang targetnya memiliki angka dan batas waktu sehingga lebih mudah dievaluasi.

HubSpot menjelaskan bahwa SMART membantu marketer membuat tujuan yang spesifik, terukur, realistis, relevan, dan memiliki deadline.

Tujuan Marketing dan KPI, Apa Bedanya?

Bagian ini sering membingungkan pemula.

Sederhananya:

Tujuan marketing = apa yang ingin dicapai.

KPI = indikator yang digunakan untuk mengukur pencapaian tersebut.

Contohnya:

Tujuan MarketingContoh KPI
Meningkatkan brand awarenessReach, impressions
Mendapatkan leadsJumlah leads, cost per lead
Meningkatkan website trafficSessions, organic traffic
Meningkatkan penjualanRevenue, jumlah transaksi
Meningkatkan engagementEngagement rate, komentar
Mempertahankan pelangganRepeat purchase rate

Namun, jangan sampai bisnis hanya mengejar angka KPI tanpa memahami tujuan di baliknya.

Seribu likes belum tentu lebih bernilai daripada seratus leads yang benar-benar sesuai dengan target bisnis.

Kesalahan dalam Menentukan Tujuan Marketing

Ada beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi.

Pertama, tujuan dibuat terlalu umum, seperti “ingin viral” atau “ingin meningkatkan marketing”.

Kedua, bisnis hanya mengejar vanity metrics, seperti followers dan likes, tanpa melihat apakah angka tersebut berhubungan dengan tujuan bisnis.

Ketiga, target dibuat tanpa mempertimbangkan kondisi sebelumnya. Target marketing sebaiknya memiliki dasar dari data atau performa historis yang tersedia.

Keempat, bisnis menetapkan terlalu banyak tujuan sekaligus. Akibatnya, sumber daya terbagi dan tim kesulitan menentukan prioritas.

Kelima, tujuan tidak pernah dievaluasi. Padahal, kondisi pasar, perilaku konsumen, dan performa channel dapat berubah.

Tips Menentukan Tujuan Marketing

Kalau kamu baru mulai menyusun strategi marketing, gunakan langkah sederhana berikut:

  1. Tentukan masalah bisnis yang ingin diselesaikan.
  2. Kenali target audience.
  3. Tentukan hasil yang ingin dicapai.
  4. Pilih tujuan marketing yang paling relevan.
  5. Tentukan KPI.
  6. Buat target yang realistis.
  7. Tentukan batas waktu.
  8. Evaluasi hasil secara berkala.

Menurut saya, tujuan marketing yang sederhana tetapi jelas jauh lebih berguna daripada daftar target yang terlihat keren tetapi tidak bisa diukur.

Marketing bukan perlombaan untuk memiliki konten terbanyak atau followers terbanyak. Yang lebih penting adalah apakah aktivitas tersebut membantu bisnis mencapai tujuan yang memang dibutuhkan.

Kesimpulan Tujuan marketing

Tujuan marketing adalah hasil yang ingin dicapai melalui aktivitas pemasaran dalam periode tertentu. Tujuan tersebut dapat berupa meningkatkan brand awareness, mendapatkan leads, memperoleh pelanggan baru, meningkatkan penjualan, membangun engagement, mempertahankan pelanggan, hingga memperluas pasar.

Website resmi: Tujuan marketing

Yang perlu diingat, tidak ada satu tujuan marketing yang cocok untuk semua bisnis. UMKM baru mungkin lebih membutuhkan awareness dan customer acquisition, sedangkan bisnis yang sudah memiliki banyak pelanggan dapat lebih fokus pada retention dan customer value.

Riyen Riyen
DITULIS OLEH

Riyen Riyen

Content Strategist & SEO Specialist di Thesky ID. Menulis seputar strategi optimasi mesin pencari, analitik konten, dan pertumbuhan visibilitas organik bisnis.

KONSULTASI GRATIS

Siap Melejitkan Trafik & Penjualan Bisnis Anda dengan SEO?

Diskusikan audit website, strategi ranking kata kunci, dan optimasi konten bersama tim Thesky ID.

🛍️ OFFICIAL PRODUCTS & SERVICES

Rekomendasi Produk & Layanan Pilihan

Kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan tools otomasi AI, template digital teruji, dan layanan profesional langsung dari Thesky.

PRODUK UTAMA #1 PLUGIN WORDPRESS & AI Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin
★ 5.0 • 1.4k+ website aktif

Thesky Auto SEO Writer Pro: WordPress AI Content & SEO Automation Plugin

Plugin WordPress AI cerdas untuk menulis, mengoptimasi, dan mempublikasikan ratusan artikel SEO pilar 2.500+ kata secara otomatis langsung ke dashboard WordPress Anda. Sekali bayar, lisensi UNLIMITED websites seumur hidup!

Rp 249.000 Rp 799.000
Download & Beli Sekarang 🚀
Best Seller WEB APP & TOOL AI Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates
★ 4.9 • 180+ Pengguna Aktif

Thesky Studio: AI Script & Content Generator Shopee Affiliates

Tools web app otomatis untuk riset tren viral dan memproduksi ribuan naskah review Shopee Affiliate berkonversi tinggi dengan formula copywriting psikologis.

Rp 199.000 Rp 499.000
Mulai Pakai ↗
Best Value TEMPLATE & PLAYBOOK Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook
★ 4.9 • 310+ Download

Template Digital Marketing Growth Kit & Funnel Playbook

Blueprint lengkap pelacak KPI Funnel, formula penyusunan Value Proposition & USP, serta panduan optimasi campaign performa marketing bisnis.

Rp 149.000 Rp 399.000
Dapatkan Template ↗

💡 Butuh solusi kustom atau konsultasi khusus untuk bisnis Anda? Tim ahli Thesky siap membantu menganalisis strategi yang tepat.

Konsultasi via WhatsApp

Written by

Categories

Related Post

Scroll to Top